Pencarian Korban Kapal Virgo Transport 8 Diperluas ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Jawa

Basarnas bersama tim gabungan telah memperluas upaya pencarian dengan menyebarkan informasi kepada masyarakat di sepanjang pesisir Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta area sekitar Pulau Jawa. Langkah ini diambil untuk mempercepat laporan jika ada yang menemukan korban dari kecelakaan Kap Motor (KM) Virgo Transport 8 yang saat ini masih dalam proses pencarian.
I Putu Sudayana, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, menyampaikan bahwa penyebaran informasi kepada masyarakat pesisir merupakan salah satu strategi penting dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Hal ini dilakukan bersamaan dengan upaya tim gabungan yang sedang melakukan pencarian di lokasi bangkai kapal yang tenggelam di Laut Jawa.
Selain menjangkau masyarakat pesisir, Basarnas juga berupaya menjangkau kapal-kapal yang beroperasi di daerah tersebut melalui e-broadcast dan maklumat pelayaran. Dengan cara ini, diharapkan setiap penemuan korban dapat segera dilaporkan kepada tim SAR untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulangan korban kepada keluarganya.
“Informasi telah disebarkan di wilayah pesisir dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat. Di Pulau Jawa, penyebaran dilakukan dari Surabaya menuju Semarang, Jawa Tengah,” jelas Putu. Informasi yang luas ini diharapkan dapat membantu dalam mengidentifikasi dan menemukan korban yang mungkin berada di luar area operasi utama.
Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan pencarian, sehingga setiap temuan korban yang berada di lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh operasi utama dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti oleh tim SAR. Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan tidak ada korban yang terlewatkan dalam pencarian yang sedang berlangsung.
Pada hari ke-10 operasi SAR, Putu melaporkan bahwa kondisi cuaca mulai memburuk dengan peningkatan gelombang yang terjadi sejak sekitar pukul 14.00 WITA. Gelombang saat itu diperkirakan mencapai ketinggian antara 2 hingga 2,5 meter, yang dapat mempengaruhi proses pencarian.
Di pagi hari, tim penyelam gabungan berhasil menemukan tiga korban yang telah meninggal. Namun, pencarian di sore hari hanya dilakukan satu kali dan tidak membuahkan hasil. “Kami berharap pencarian selanjutnya akan memberikan hasil yang lebih baik,” ungkap Putu dengan penuh harapan.
Putu juga menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan bagian tubuh korban terbawa arus. Ia menjelaskan bahwa korban yang ditemukan berada di dalam ruang kapal, dan kondisi arus pada saat ini tidak terlalu kuat, sehingga bagian tubuh korban tidak akan terbawa jauh oleh arus bawah laut. Penjelasan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan kepada keluarga korban yang menunggu kabar.
Dengan berbagai upaya dan koordinasi yang dilakukan, tim SAR berharap dapat memberikan hasil yang maksimal dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam meningkatkan efektivitas operasi pencarian dan pertolongan di masa mendatang.




