Kericuhan di BIS Dimulai dari Suporter Persija yang Masuk ke Tribun Suporter Persita

Polisi telah membeberkan rangkaian kejadian yang menimbulkan kericuhan suporter saat pertandingan antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta yang berlangsung di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, pada malam Sabtu, 17 Oktober 2026.
Insiden ini diawali dengan interaksi negatif berupa ejekan antara suporter, yang kemudian berkembang menjadi bentrokan antar kelompok suporter, mengakibatkan 11 orang mengalami luka-luka.
Kombes Pol Maruli Hutapea, Kepala Bidang Humas Polda Banten, mengungkapkan bahwa ketegangan pertama kali muncul pada menit ke-25 babak pertama. Pada saat itu, suporter dari Persija dan Persita saling mengejek di area Gate 14, di mana masing-masing kelompok berusaha memberikan dukungan maksimal kepada tim kesayangan mereka.
“Ketegangan ini diduga dipicu oleh provokasi di antara masing-masing suporter yang melontarkan yel-yel dukungan,” jelas Maruli dalam pernyataannya.
Kericuhan yang terjadi sempat mengganggu jalannya pertandingan. Namun, situasi tersebut belum sepenuhnya reda dan kembali memanas saat memasuki jeda babak pertama.
Maruli melanjutkan, insiden berikutnya terjadi di kawasan tribun Gate 5, Gate 6, dan Gate 7. Keributan ini bermula ketika sejumlah suporter Persija memasuki area tribun yang sebelumnya dihuni oleh suporter Persita.
“Ketika puluhan suporter Persija memasuki area tribun suporter Persita, situasi menjadi semakin tegang,” ungkap Maruli.
Kedatangan kelompok suporter tersebut disertai dengan provokasi yang memicu konflik. Ketegangan semakin meningkat ketika sejumlah suporter Persija mendekati tribun suporter Persita.
“Akibatnya, banyak suporter Persita berusaha melarikan diri, bahkan beberapa di antara mereka terpaksa melompati pembatas tribun menuju lintasan jogging track,” tambahnya.
Kekacauan ini membuat beberapa suporter panik dan berlari menghindari keributan. Aksi saling lempar dan kejar-kejaran di antara suporter menyebabkan sejumlah korban luka dalam insiden tersebut.
Polda Banten mencatat bahwa sebanyak 11 orang mengalami cedera akibat kericuhan suporter dalam pertandingan antara Persita dan Persija. Cedera yang dialami oleh para korban bervariasi, mulai dari luka akibat lemparan hingga terkilir saat terjadi kejar-kejaran.
Semua korban yang terluka telah mendapatkan perawatan medis di tiga rumah sakit yang berbeda, yaitu RS Bhayangkara, RS Banten, dan RS Arafiq.
“Dari keseluruhan kejadian tersebut, tercatat 11 orang mengalami luka-luka akibat saling lempar dan terkilir saat terjadi kejar-kejaran. Semua korban telah mendapatkan perawatan medis yang diperlukan,” ungkap Maruli.



