3 Juta Buku Hilang Akibat Serangan Israel di Lebanon, Puluhan Perpustakaan Musnah

Serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di Lebanon sejak bulan Oktober 2023 telah menimbulkan kerusakan parah terhadap koleksi buku dan fasilitas kebudayaan di negara tersebut. Diperkirakan lebih dari 3 juta buku yang berada di rumah, perpustakaan, lembaga keagamaan, dan institusi pendidikan telah musnah akibat konflik tersebut.
Hadi Bekdash, yang merupakan pendiri dan koordinator Jaringan Nasional untuk Perlindungan Perpustakaan, Arsip, dan Warisan Budaya di Lebanon, mengungkapkan laporan ini kepada RIA Novosti pada tanggal 17 Oktober 2026.
“Telah ada laporan mengenai pembakaran lebih dari 700.000 buku milik penerbit di Lebanon dan negara-negara Arab, serta lebih dari 3 juta buku yang berasal dari berbagai tempat seperti rumah, perpustakaan, pusat keagamaan, koleksi pribadi, serta institusi penelitian dan universitas sejak tahun 2023,” ungkap Bekdash.
Bekdash menambahkan bahwa dampak kerusakan juga mencakup fasilitas perpustakaan umum dan koleksi pribadi. Pada tahun 2026, informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa puluhan perpustakaan umum dan ratusan perpustakaan pribadi telah hancur selama konflik dengan Israel.
Namun, angka tersebut belum mencerminkan keseluruhan dampak dari kerusakan yang terjadi. Lebanon saat ini tidak memiliki sistem basis data nasional yang terintegrasi untuk mencatat perpustakaan, arsip, dan koleksi buku yang telah hancur atau mengalami kerusakan akibat konflik.
Menurut Bekdash, penilaian yang mendalam terkait kerugian baru dapat dilakukan setelah proses inventarisasi nasional terhadap koleksi yang hilang dan rusak selesai dilakukan.
Ketiadaan data yang terintegrasi menjadi salah satu kendala dalam menghitung secara akurat jumlah koleksi yang terdampak. Pendataan ini sangat penting untuk mengetahui skala kehilangan dan menentukan langkah-langkah pemulihan yang diperlukan bagi perpustakaan dan lembaga kebudayaan.
Di tengah situasi yang sulit ini, Lebanon meluncurkan kampanye nasional yang bertajuk “Sejuta Buku untuk Lebanon.” Program ini bertujuan untuk memulihkan perpustakaan yang hancur dan rusak sebagai akibat dari konflik yang berkepanjangan.
Upaya pemulihan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk kembali mengakses buku dan sumber pengetahuan lain, sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan dan kebudayaan di Lebanon.




