Polri Amankan 8 Timnas Peserta FIFA ASEAN Cup dari Bandara Hingga Stadion

Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan pengawalan khusus untuk delapan tim nasional yang berpartisipasi dalam FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Indonesia. Pengamanan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pemain serta ofisial selama mereka berada di tanah air.
Proses pengamanan dimulai sejak tim tiba di bandara, dan berlanjut hingga mereka kembali ke penginapan setelah pertandingan. Ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keamanan dan kelancaran acara yang melibatkan banyak pihak internasional.
Delapan negara yang akan bersaing dalam turnamen bergengsi ini meliputi Indonesia, Bangladesh, Malaysia, Singapura, Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. Setiap tim tersebut akan berusaha memberikan yang terbaik, dan Polri berkomitmen untuk mendukung kelancaran kegiatan ini.
Inspektur Jenderal Polisi Laksana, yang menjabat sebagai Waastamaops Kapolri, menyampaikan pentingnya pengamanan melekat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua peserta, baik pemain maupun ofisial, merasa aman selama berada di Indonesia.
“Akomodasi pengamanan mencakup kedatangan di bandara hingga tempat tinggal, lokasi latihan, dan stadion. Setelah pertandingan, mereka juga akan mendapatkan pengawalan saat kembali ke penginapan,” jelasnya pada tanggal 21 September 2026.
Menurut Laksana, pengawalan menjadi sangat penting mengingat tim-tim peserta akan tersebar di berbagai lokasi. Selain akomodasi dan tempat latihan, pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung di dua stadion utama, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Bandung.
“Keamanan bagi para pemain dan ofisial adalah prioritas utama kami. Kami tidak ingin ada gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi mereka,” tambahnya.
Laksana juga meminta kepada petugas Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat yang terlibat dalam pengamanan untuk melakukan pemetaan lokasi-lokasi yang akan menjadi fokus aktivitas tim peserta. Ini mencakup area penginapan, tempat latihan, stadion, serta jalur perjalanan yang akan dilalui oleh para pemain dan ofisial.
Pemetaan yang cermat ini penting mengingat mobilitas tim dapat menimbulkan kerumunan masyarakat. Oleh karena itu, Laksana menekankan perlunya perencanaan yang matang untuk menghindari kesalahan dalam mengambil tindakan.
“Kami harus benar-benar memetakan semua lokasi, agar tidak terjadi kesalahan prediksi atau tindakan yang tidak tepat,” tegasnya.
Selain pengamanan personel, rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan untuk mengatur pergerakan tim dari tempat menginap menuju stadion dan kembali lagi. Ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kemacetan yang mengganggu perjalanan mereka.
“Rekayasa lalu lintas telah kami siapkan. Kami akan mengatur bagaimana tim bergerak dari hotel ke stadion dan sebaliknya, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ungkapnya.
Sebagai upaya untuk mendukung pengamanan tersebut, Polri telah mengadakan Apel Pasukan Operasi Garuda Bhakti 2026 di Mapolda Metro Jaya pada 21 September 2026. Kegiatan ini menandakan kesiapan Polri untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan selama berlangsungnya turnamen yang bergengsi ini.
Dengan pengawalan yang ketat dan perencanaan yang matang, diharapkan FIFA ASEAN Cup 2026 dapat berjalan dengan sukses dan semua timnas peserta dapat berkompetisi dalam kondisi yang aman dan nyaman.




