Mobil Damkar Dikerahkan ke Gedung KPK Terkait Asap, Simak Penampakan Ruangan Terkait

Jakarta – Suasana di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Setiabudi, Jakarta Selatan, sempat menimbulkan kepanikan pada siang hari, tepatnya pada 29 Agustus 2026.
Kemunculan asap di bagian basement gedung tersebut awalnya dilaporkan sebagai indikasi terjadinya kebakaran. Laporan ini langsung memicu respons dari petugas pemadam kebakaran yang segera berangkat ke lokasi.
Asril Rizal, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa laporan diterima sekitar pukul 11.25 WIB. Dalam laporan tersebut, lokasi yang dikatakan terpengaruh adalah ruang baterai di basement 1 Gedung Merah Putih KPK.
“Objek yang dilaporkan terbakar terletak di ruang baterai basement 1 (Gedung Merah Putih KPK),” jelas Asril dalam keterangan persnya pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta 14 personel dikerahkan ke Gedung KPK. Tim petugas tiba di lokasi dan memulai penanganan sekitar pukul 11.34 WIB.
Asril menjelaskan bahwa kondisi di lokasi berhasil dilokalisir pada waktu tersebut. Setelah itu, tim pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran berikutnya.
“Api berhasil dilokalisir pada pukul 11.34 WIB. Setelah itu, kami langsung melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang bisa memicu kebakaran susulan,” ungkap Asril.
Namun, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan fakta yang berbeda. Asap yang terlihat di dalam gedung ternyata bukan disebabkan oleh kebakaran.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pada saat kejadian, pihaknya sedang melakukan aktivitas fogging di area gedung.
“Tidak ada kebakaran di Gedung Merah Putih KPK. Kami hanya sedang melakukan fogging di area gedung,” ungkap Budi.
Asap yang terdeteksi berasal dari kegiatan fogging tersebut kemudian teridentifikasi oleh sistem pemadam kebakaran di gedung. Sistem ini memberikan respons otomatis yang mengeluarkan asap dan sempat menimbulkan kecurigaan adanya kebakaran.
Budi menambahkan bahwa meski demikian, langkah-langkah penanganan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi gedung aman. Tim Biro Umum KPK bersama petugas pemadam kebakaran melakukan pemeriksaan di beberapa area.
“Jadi, asap yang muncul bukan berasal dari kebakaran, tetapi dari alat pemadam kebakaran. Saat ini, Tim Biro Umum sedang melakukan vakum asap dan pengecekan di area lainnya untuk memitigasi serta mencegah risiko lebih lanjut,” jelas Budi.




