Sulistiyatno Manfaatkan JKN untuk Rutin Kontrol Setelah Didiagnosis Penyakit Jantung

Ketika dokter menginformasikan bahwa dirinya terdiagnosis penyakit jantung koroner dan harus menjalani pemasangan ring jantung, hal pertama yang muncul dalam pikiran Sulistiyatno, pria berusia 56 tahun, adalah kekhawatiran mengenai biaya pengobatan. Namun, rasa cemas tersebut mulai mereda setelah ia merasakan manfaat yang ditawarkan oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui program ini, Sulistiyatno dapat menjalani serangkaian perawatan hingga kontrol rutin setiap bulan tanpa harus memikirkan beban biaya.
“Saat dokter memberi tahu bahwa saya mengidap penyakit jantung koroner dan perlu pemasangan kateter, yang pertama kali terlintas di benak saya adalah biaya perawatannya,” jelasnya.
Setelah didiagnosis dengan penyakit jantung koroner, Sulistiyatno menjalani serangkaian perawatan termasuk pemasangan ring. Sejak saat itu, menjalani kontrol rutin menjadi bagian tak terpisahkan dari upayanya untuk menjaga kesehatan jantungnya.
Menurut Sulistiyatno, pengalaman menggunakan JKN untuk pelayanan kesehatan cukup berjalan lancar. Ia hanya perlu mengikuti beberapa langkah, mulai dari mendapatkan rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga mendaftar untuk kontrol di rumah sakit melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Pertama-tama, penting untuk mendapatkan rujukan dari klinik faskes pertama. Setelah itu, saya mendaftar ke rumah sakit dan mendapatkan nomor antrean melalui aplikasi Mobile JKN. Proses ini sangat mudah dan memungkinkan saya untuk memantau kondisi kesehatan jantung secara rutin,” tambahnya.
Sulistiyatno juga merasakan kemudahan saat menggunakan fitur antrean online yang disediakan oleh Mobile JKN. Dengan fitur ini, ia dapat mengambil nomor antrean sebelum berangkat ke fasilitas kesehatan, sehingga kunjungan menjadi lebih efisien.
“Mendaftar untuk antrean kontrol bulanan lewat aplikasi JKN sangatlah cepat dan praktis. Saya hanya perlu membuka aplikasi dan melakukan beberapa klik. Jadi, saya tidak perlu menunggu lama di rumah sakit, karena saya bisa mendaftar dari rumah,” ungkapnya.
Bagi Sulistiyatno, keuntungan dari JKN tidak hanya terasa saat membutuhkan perawatan medis. Ia juga mengandalkan layanan promotif dan preventif seperti skrining kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan dini sangat penting untuk mengetahui risiko penyakit sebelum semakin parah.
“Kita seharusnya memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia melalui JKN, termasuk skrining kesehatan. Dengan cara ini, potensi penyakit bisa terdeteksi lebih awal, sehingga kita tidak hanya menunggu hingga muncul gejala sebelum akhirnya didiagnosis dengan penyakit serius,” jelasnya.



