berita

6,7 Hektare Karhutla Kalsel Dipadamkan Secara Efektif Menggunakan Metode Suntik Gambut

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencakup area seluas 6,7 hektare di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Pemadaman dilakukan dengan metode suntik gambut untuk memastikan pembasahan tanah yang lebih efektif.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menekankan pentingnya fokus pada pengendalian api yang berada di dalam tanah, selain melakukan penyemprotan pada titik api yang terlihat di permukaan. “Kita prioritas padamkan sumber api dalam tanah,” ujarnya saat memberikan keterangan di Banjarbaru pada hari Minggu.

Ia menjelaskan bahwa deteksi titik panas yang berada dalam tanah dan api yang muncul di permukaan dilakukan melalui pemantauan menggunakan drone thermal. Teknologi ini memungkinkan tim untuk mengidentifikasi lokasi api dengan lebih akurat.

Drone yang beroperasi pada ketinggian sekitar 70 meter tersebut memberikan gambaran jelas di layar monitor yang telah disiapkan di posko pemadaman. Melalui pantauan ini, tim dapat melihat banyak titik panas di bawah permukaan dengan suhu yang terukur antara 200 hingga 300 derajat Celsius.

Sementara itu, beberapa titik api di permukaan masih terlihat aktif membakar area lahan. Oleh karena itu, Kapolda Rosyanto mengeluarkan instruksi untuk segera melakukan pemadaman.

Di sekitar lokasi kebakaran, sejumlah kolam portabel bioflok berkapasitas 12 ribu liter juga telah dipersiapkan sebagai sarana penyimpanan air untuk keperluan pemadaman. Fasilitas ini memberikan dukungan penting dalam upaya pemadaman yang sedang berlangsung.

Setiap kolam bioflok tersebut dilengkapi dengan campuran cairan surfaktan yang diproduksi oleh Bidang Laboratorium Forensik Polda Kalsel. Campuran ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemadaman dengan mempermudah penetrasi air ke dalam tanah.

Dengan menerapkan metode suntik hingga kedalaman dua meter, bara api yang ada di bawah tanah dapat dipadamkan dengan cepat, sehingga suhu tanah juga mengalami penurunan. Teknik ini terbukti efektif dalam mengatasi karhutla di daerah tersebut.

Kapolda Rosyanto menambahkan bahwa penggunaan teknologi drone thermal telah membuat proses pemadaman berjalan lebih efisien. Selain itu, penggunaan air yang dicampurkan dengan cairan surfaktan juga mampu menghemat sumber daya dalam upaya pemadaman.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k