berita

Kapal Induk Gadjah Mada Tiba, Indonesia Siap Memperkuat Posisi Maritim ASEAN dari Thailand

Thailand telah mencatatkan diri sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk dengan hadirnya HTMS Chakri Naruebet sejak tahun 1997. Namun, keberadaan kapal ini saat ini lebih berfungsi sebagai simbol maritim dan terlibat dalam misi-misi kemanusiaan, setelah tidak lagi mengoperasikan jet tempur.

Di tengah perkembangan ini, peta kekuatan maritim di kawasan ASEAN diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan dengan kehadiran Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang dibeli Indonesia dari Italia. Langkah ini menandai potensi Indonesia untuk menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk yang berfungsi secara militer.

Perbandingan antara HTMS Chakri Naruebet dan Giuseppe Garibaldi menunjukkan perbedaan yang mencolok dalam spesifikasi teknis. HTMS Chakri Naruebet memiliki bobot 11.500 ton, panjang 182 meter, kecepatan maksimum 25 knot, dan diawaki oleh 450 personel. Sementara itu, Giuseppe Garibaldi memiliki bobot yang lebih besar, yakni 13.800 ton, panjang 180 meter, mampu berlayar hingga kecepatan 30 knot, dan memerlukan 550 personel untuk mengoperasikannya.

Dalam hal kapasitas penerbangan, HTMS Chakri Naruebet saat ini hanya berfungsi sebagai pengangkut helikopter, setelah pesawat tempur AV-8S Matador yang sebelumnya dimiliki ditarik dari operasi. Sebaliknya, Giuseppe Garibaldi dirancang untuk memenuhi standar NATO dan dapat mengangkut hingga 16 pesawat tempur Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) seperti AV-8B Harrier II, serta helikopter dan drone (UAV).

Sistem pertahanan yang digunakan juga berbeda. Thailand mengandalkan kapal pengawal untuk melindungi HTMS Chakri Naruebet dari ancaman baik udara maupun laut. Di sisi lain, Giuseppe Garibaldi dilengkapi dengan sistem pertahanan udara yang canggih, termasuk rudal Aspide, meriam Oto Melara 40 mm, radar berstandar NATO, dan sistem anti-kapal selam yang efektif.

Bagi TNI Angkatan Laut, penggunaan Giuseppe Garibaldi akan dilakukan secara bertahap. Kapal ini akan difokuskan sebagai pusat komando, peluncur helikopter, serta operasional UAV, yang merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pertahanan maritim Indonesia secara berkelanjutan.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengungkapkan bahwa Kapal Induk Gadjah Mada dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026. Kapal tersebut berangkat pada malam hari, tepatnya pada 24 Agustus 2026, pukul 22.00 waktu Italia.

Laksamana TNI Muhammad Ali juga menjelaskan bahwa saat ini kapal induk pertama milik Indonesia ini masih beroperasi dengan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan menggunakan bendera Italia. Setelah tiba di tanah air, kapal tersebut akan mengalami perubahan nama dan bendera menjadi Gadjah Mada, menandai langkah penting dalam penguatan armada laut Indonesia.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k