Status Gunung Sinabung Meningkat ke Siaga, 615 Warga Karo Dievakuasi ke Tempat Aman

Aktivitas Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami peningkatan signifikan, yang memaksa pemerintah untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di area terdampak.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengubah status Gunung Sinabung dari Level 2 atau Waspada menjadi Level 3 yang berarti Siaga.
Kenaikan status ini segera diikuti dengan proses evakuasi warga. Sekitar 208 kepala keluarga (KK) atau total 615 jiwa kini telah meninggalkan tempat tinggal mereka dan ditempatkan di Pos Pengungsian Desa Sukatepu, yang berada di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo.
Berton Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa peningkatan status Gunung Sinabung menjadi isu yang sangat diperhatikan oleh pemerintah, terutama terkait dengan keselamatan masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung berapi tersebut.
“PVMBG telah menaikkan status menjadi Level 3 atau Siaga dari sebelumnya Waspada,” ungkap Berton dalam konferensi pers yang dilakukan di Jakarta, pada tanggal 4 September 2026.
BNPB telah mengambil langkah cepat untuk menangani situasi setelah evakuasi warga. Tim BNPB sudah berada di lokasi untuk memastikan bahwa kebutuhan para pengungsi terpenuhi serta memberikan dukungan dalam menangani dampak dari peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.
Bantuan darurat mulai disalurkan kepada para pengungsi. Bantuan ini mencakup perlengkapan tidur, perlindungan dari abu vulkanik, kebutuhan pangan, serta peralatan kebersihan.
“Tim kami telah tiba di lokasi dan segera mengarahkan serta memberikan berbagai bantuan, seperti matras, selimut, paket sembako, masker, dan kit kebersihan,” jelasnya.
Jumlah warga yang mengungsi mencerminkan bahwa peningkatan status Gunung Sinabung memberikan dampak langsung terhadap masyarakat di sekitar gunung. Saat ini, pemerintah tidak hanya memantau aktivitas vulkanik, tetapi juga memastikan bahwa warga berada di tempat yang lebih aman.
Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak merespons dengan kepanikan terhadap peningkatan status tersebut. Warga diminta untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan.
“Kami mengharapkan agar warga tetap tenang, namun tetap waspada, mengikuti imbauan-imbauan yang dikeluarkan oleh instansi terkait, dan tentunya mengakses informasi dari pihak yang berwenang,” kata Berton.
BNPB menegaskan pentingnya masyarakat untuk menjadikan arahan dari instansi berwenang sebagai rujukan utama menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung. Kesiapsiagaan warga dianggap sebagai kunci dalam mengantisipasi perubahan kondisi di kawasan gunung berapi ini.



