lifestyle

Selebgram Sashfir Ungkap Ciri Pelaku Pelecehan Seksual: Pria Tinggi Berkulit Kecoklatan

Selebgram Sashfir akhirnya berbicara mengenai pengalaman tidak mengenakkan yang dialaminya dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian. Ia juga menjelaskan ciri-ciri pelaku pelecehan seksual yang menimpa dirinya.

Baru-baru ini, Sashfir mengungkapkan bahwa ia adalah korban pelecehan seksual jenis “voyeurism”, di mana seseorang merekamnya secara diam-diam di toilet sebuah restoran yang terletak di Senopati, Jakarta Selatan.

Melalui akun Instagramnya pada Kamis (9/10/2026), Sashfir membagikan cerita mengenai momen ketika ia menjadi korban voyeurism tersebut.

Saat itu, Sashfir sedang berada di dalam toilet restoran di kawasan Jakarta Selatan, ketika ia melihat sebuah ponsel mengintip dari atas.

Ia segera keluar untuk mencari pelaku, tetapi sayangnya pelaku sudah melarikan diri ke lantai bawah.

Sashfir kemudian meminta agar gedung tempat kejadian diblokir agar pelaku bisa ditemukan. Ia menyebutkan ciri-ciri pria yang diduga pelaku.

Menurut Sashfir, pelaku memiliki ciri fisik sebagai pria tinggi dengan kulit kecoklatan. Ia juga mengamati bahwa ponsel yang digunakan pelaku adalah iPhone berwarna hitam.

“Selama beberapa bulan terakhir, aku menyimpan pengalaman yang mengubah hidupku. Pada bulan April, aku menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam (voyeurism) di toilet perempuan di sebuah restoran di Senopati. Hari ini, untuk pertama kalinya, aku merasa siap untuk berbicara,” tulis Sashfir.

Wanita yang bernama asli Fira Assegaf itu juga menjelaskan tentang sosok pelaku yang melakukan tindakan pelecehan terhadapnya. Ia mengungkapkan bahwa pelaku adalah seorang pria yang telah berkeluarga dan memiliki anak.

“Yang paling membuatku prihatin adalah kenyataan bahwa pelakunya adalah seorang suami dan ayah dari seorang anak perempuan. Sebagai seorang suami dan ayah, ia semestinya paham betapa pentingnya menciptakan rasa aman bagi perempuan. Namun, ia justru melakukan tindakan yang sangat tidak pantas terhadap perempuan lain,” tambahnya.

Sashfir mengakui bahwa ia mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Meskipun demikian, ia merasa perlu untuk berbagi pengalamannya agar tidak ada korban lain yang merasakan hal yang sama.

“Aku ingin membagikan cerita ini supaya tidak ada lagi orang yang merasa sendirian dan agar kita semua lebih waspada serta berani menuntut keadilan atas tindakan yang pernah menimpaku.”

“Hari ini, aku merasa jauh lebih baik dan stabil,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button
kpkgg