otomotif

Rekam Kecepatan Mobil dengan Bijak untuk Meningkatkan Keselamatan Berkendara

Mengabadikan momen ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi mungkin tampak menggoda untuk dibagikan di sosial media. Namun, rekaman semacam ini dapat berpotensi menjadi masalah serius jika memperlihatkan tindakan berkendara yang melanggar hukum dan mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

Contoh nyata terjadi di Inggris, di mana video yang direkam sendiri dapat berfungsi sebagai bukti dalam proses hukum. Seorang pesepak bola semi-profesional bernama Connor Charlton dijatuhi hukuman penjara setelah terbukti terlibat dalam berbagai aksi berkendara berbahaya menggunakan mobil BMW X3 M.

Pria berusia 32 tahun tersebut diketahui merekam aksinya mengemudikan BMW X3 M dengan kecepatan maksimum mencapai 191 mph, setara dengan sekitar 307 km/jam di jalan umum. Tidak hanya satu kali, rekaman lain juga menunjukkan mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sambil berpindah jalur di antara kendaraan lain.

Dalam salah satu video yang beredar, BMW X3 M tersebut dikatakan mampu melesat hingga 157 mph atau sekitar 253 km/jam setelah meluncur dari lampu merah. Ada juga rekaman di mana SUV performa ini melakukan drifting di sebuah bundaran sementara penumpang lain merekam dari dalam mobil.

Situasi makin berbahaya ketika Charlton keluar dari jalur dan hampir menabrak sebuah van berwarna putih. Manuver tersebut nyaris menyebabkan kecelakaan akibat jarak yang sangat dekat dengan kendaraan lain.

Menariknya, penyelidikan awal oleh kepolisian tidak berfokus pada rekaman kecepatan tersebut. Kasus ini mulai terkuak setelah BMW yang dikendarainya terlibat dalam kecelakaan pada bulan September 2023. Polisi kemudian menyita mobil tersebut dan memeriksa perangkat elektronik yang dimiliki Charlton.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan berbagai informasi terkait pola berkendara Charlton. Data dari kendaraan menunjukkan bahwa BMW tersebut pernah melaju lebih dari 107 mph atau sekitar 172 km/jam sebanyak delapan kali dalam periode satu tahun.

Penyidik juga menemukan catatan di ponselnya yang menunjukkan versi palsu mengenai kecelakaan tersebut. Charlton berusaha menyalahkan pengemudi lain yang diklaimnya telah meninggalkan lokasi kejadian.

Akhirnya, Charlton mengakui sepuluh pelanggaran berkendara berbahaya dan empat tuduhan yang berkaitan dengan upaya menghalangi proses hukum. Pengadilan di Leeds Crown Court menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun dan melarangnya untuk mengemudikan kendaraan selama empat tahun tujuh bulan.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k