Rekam Jejak Listyo Sigit Prabowo Sebelum Menjadi Kapolri dan Penanganan Dua Kasus Besar

Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR yang berisi usulan untuk memberhentikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kapolri.
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan bahwa pagi ini pimpinan DPR menerima Surpres kepada Ketua DPR dengan nomor R57/Surpres/09/2026 yang tertanggal 30 September 2026. Surat ini berkaitan dengan pengusulan pemberhentian Listyo Sigit dari jabatan Kapolri dan pengangkatan calon baru.
Dikabarkan bahwa Komjen Suyudi Ario Seto akan menjalani proses fit and proper test untuk mengisi posisi Kapolri. Rapat paripurna DPR telah menyetujui pengangkatan Suyudi sebagai pengganti Listyo.
Selama menjabat sebagai Kapolri dalam periode 5 tahun, Listyo Sigit Prabowo berhasil menyelesaikan dua kasus besar yang mencuri perhatian publik.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah resmi menjabat sebagai Kapolri sejak 27 Januari 2021. Ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, menggantikan Jenderal Idham Azis.
Mari kita telusuri perjalanan karier Listyo Sigit Prabowo yang membawa banyak prestasi.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku pada tanggal 5 Mei 1969. Sebelum terpilih sebagai calon Kapolri oleh Presiden Jokowi, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991 ini telah menjalani beragam penugasan yang membentuknya menjadi pemimpin yang mumpuni.
Rekam jejaknya mencakup penangkapan Djoko Tjandra, terpidana kasus Bank Bali yang buron selama 11 tahun, yang menjadi salah satu prestasi yang sangat dihargai dalam kariernya.
Kasus besar lainnya yang berhasil ditanganinya adalah insiden kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung. Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Bareskrim, sebelas orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Sebelum menjabat sebagai Kapolri, Listyo Sigit memulai kariernya sebagai Kapolresta Solo pada tahun 2011, menggantikan Irjen Pol. Drs. Nana Sujana yang saat itu berpangkat Komisaris Besar Polisi. Pada tahun 2012, ia diangkat sebagai Kepala Sub Direktorat II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.
Pada tahun 2014, Listyo Sigit menjabat sebagai ajudan Presiden Jokowi hingga tahun 2016. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Banten pada tahun 2016, dan kemudian menjabat sebagai Kadiv Propam Polri pada tahun 2018 hingga 2019.
Pada tanggal 6 Desember 2019, Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim), menggantikan Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Idham Azis yang dilantik sebagai Kapolri.
Selanjutnya, pada tanggal 13 Januari 2021, Presiden Joko Widodo mengusulkan Listyo Sigit kepada DPR-RI sebagai calon tunggal untuk menggantikan Idham Azis sebagai Kapolri.




