berita

Palangka Raya Diselimuti Warna Kuning Akibat Karhutla, Tampak Seperti Dunia Lain

Jakarta – Situasi di Kalimantan Tengah kini menjadi perhatian publik setelah kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah. Berbagai foto dan video yang beredar di media sosial pada Rabu (14/10/2026) menunjukkan bagaimana Kota Palangka Raya terlihat tertutup oleh asap tebal. Langit yang biasanya cerah kini tampak menguning, dan jarak pandang pun berkurang drastis.

Rekaman yang beredar menunjukkan suasana di Palangka Raya sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Dalam video tersebut, warna langit tampak kuning akibat kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut.

Kondisi ini juga terlihat dalam unggahan dari akun Threads @dirda_6697, di mana pengunggah menunjukkan langit di lingkungan sekitar yang tampak menguning. Ia mencatat bahwa kabut asap akibat karhutla telah menyebabkan penurunan signifikan pada jarak pandang di wilayahnya.

“Tengoklah asap yang menyelimuti. Blok depan sudah tak terlihat, ya Allah. Benar-benar membuat saya berpikir, apakah ini masih di bumi? Astaghfirullah. Matahari pun tak tampak,” ungkap perekam video tersebut pada Kamis (15/10/2026).

Dalam video lain yang diunggah oleh akun Instagram @emmanuelashinta, terlihat jelas bagaimana Palangka Raya, Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap pada Rabu pagi (14/10) sekitar pukul 10.00. Perekam video tersebut terlihat mengenakan masker dan penutup mata saat merekam kondisi sekitar.

“Halo, teman-teman. Saat ini saya berada di Kalimantan Tengah, dan video ini diambil tanpa filter. Inilah kondisi nyata yang terjadi di sini saat ini; rasanya seperti berada dalam ruangan yang dipenuhi gas beracun. Tidak ada tempat untuk berlindung, tidak ada tempat untuk menyelamatkan diri,” jelas pemilik akun tersebut.

Ia menggambarkan langit yang gelap dan berwarna kuning akibat kabut asap dari karhutla serta tingginya konsentrasi polutan PM2.5. Masyarakat yang terdampak kini berjuang untuk bertahan hidup di tengah kondisi yang mengkhawatirkan ini.

“Langit sangat gelap dan menguning karena gas beracun serta tingginya konsentrasi PM2.5. Jadi, jika kalian melihat video ini, ketahuilah bahwa kami di sini sedang berjuang untuk bertahan hidup,” tambahnya.

Selain menggambarkan kondisi yang dialami oleh warga, pemilik akun ini juga mengajak masyarakat Indonesia dan dunia untuk memberikan dukungan berupa donasi guna membangun lebih banyak tempat perlindungan dari dampak kabut asap yang semakin parah.

Related Articles

Back to top button
kpkgg