Bahlil Tegaskan Penggunaan Pertalite untuk Mobil Mewah: Kenapa Harus Pakai BBM Bersubsidi?

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan masyarakat, terutama pemilik mobil mewah, untuk tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ia menekankan bahwa subsidi BBM seharusnya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Saya mengajak kepada mereka yang memiliki pendapatan baik dan menggunakan kendaraan mewah untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi,” ungkap Bahlil setelah menghadiri acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, pada Selasa, 22 September 2026.
Bahlil mengacu pada penemuan di Makassar, Sulawesi Selatan, di mana antrean panjang untuk pengisian BBM terlihat di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dalam penyelidikan, polisi menemukan mobil-mobil mewah yang telah dimodifikasi dengan tangki bahan bakar berkapasitas hingga 700 liter.
“Memang terjadi pergeseran penggunaan dari konsumen yang menggunakan BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Bagaimana tidak terjadi pergeseran jika kendaraan yang mahal tersebut diisi dengan BBM bersubsidi dan kemudian dijual lagi?” ujar Bahlil.
Ia kembali menegaskan bahwa BBM bersubsidi seharusnya menjadi hak masyarakat yang berhak menerimanya.
Pada Kamis, 17 September 2026, Bahlil melaporkan bahwa masalah kelangkaan BBM yang sempat melanda Makassar kini telah teratasi dan kondisi pasokan kembali stabil.
Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya antrean di Makassar adalah peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Pergeseran ini terjadi seiring dengan lonjakan harga minyak dunia yang kini telah melampaui 100 dolar AS per barel.
Bahlil menjelaskan bahwa situasi ini telah mendorong sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi untuk beralih ke BBM bersubsidi.
Lebih jauh, Bahlil mengungkapkan adanya penemuan dari pihak kepolisian mengenai praktik penyalahgunaan penggunaan BBM subsidi yang berlebihan, yang turut memperparah antrean di beberapa lokasi.
Bahlil juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi agar masalah ini segera ditangani. Pemerintah terus berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk memastikan implementasi kebijakan BBM berjalan secara efektif di lapangan.




