Iran dan AS Berisiko Gagal Mencapai Perdamaian Pasca Serangan Israel ke Lebanon

Mantan kepala badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mohamed ElBaradei, memberikan peringatan serius mengenai niat Israel yang berusaha menghilangkan segala kemungkinan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
ElBaradei menekankan bahwa Israel akan berupaya semaksimal mungkin untuk menghalangi setiap kesempatan yang dapat mendukung terjadinya perdamaian antara kedua negara. Dalam cuitannya di akun sosial media, ia merinci bahwa tindakan tersebut sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa Israel tidak hanya berfokus pada Iran, tetapi juga akan berusaha untuk menggagalkan kemungkinan terciptanya hubungan yang harmonis antara Republik Islam dan negara-negara di sekitar Teluk Persia. Hal ini menambah kompleksitas dalam situasi geopolitik yang sudah rumit di wilayah tersebut.
Menurut ElBaradei, langkah-langkah yang diambil oleh rezim Israel justru akan membawa dampak sebaliknya, yaitu memperlemah posisi Israel di kawasan. Dengan tindakan tersebut, Israel akan semakin terlihat sebagai pelanggar hak asasi manusia, yang melakukan kebijakan pendudukan, pemukiman ilegal, dan pembersihan etnis, seperti yang kini terjadi di Lebanon.
Pernyataan ElBaradei muncul setelah serangan Israel yang menewaskan ratusan warga di Lebanon, yang terjadi tak lama setelah Presiden Donald Trump menyatakan jeda serangan AS terhadap Iran selama dua minggu.
Trump menjelaskan bahwa proposal berisi sepuluh poin yang diajukan oleh Iran bisa menjadi dasar untuk negosiasi. Ini menunjukkan adanya harapan untuk dialog yang lebih konstruktif antara kedua belah pihak.
Proposal tersebut menekankan pentingnya penghentian semua tindakan agresif di kawasan, termasuk di Lebanon. Selain itu, Iran akan menghentikan serangan defensifnya jika agresor menghentikan semua bentuk kekerasan di wilayah tersebut.
ElBaradei menegaskan, agar perdamaian dapat tercapai di kawasan ini, adalah penting bagi Amerika Serikat untuk menekan kekejaman yang dilakukan oleh Israel.
Namun, ia menyayangkan bahwa Washington tidak menunjukkan tindakan yang tegas terhadap serangan-serangan mematikan yang dilancarkan oleh Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
“Akibatnya sudah jelas bagi semua orang: semakin banyak pembunuhan dan kehancuran!” tegasnya, menyoroti dampak dari kurangnya tindakan tegas tersebut.
Sebelumnya, Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungannya terhadap keputusan Amerika Serikat untuk menghentikan serangan terhadap Iran. Namun, ia menegaskan bahwa gencatan senjata selama dua minggu tersebut tidak berlaku untuk Lebanon.
“Namun, gencatan senjata dua minggu itu tidak mencakup Lebanon,” kata Netanyahu, menegaskan sikap Israel yang tetap agresif di wilayah tersebut.




