1.282 Titik Internet Didirikan, UMKM Mendapatkan Manfaat Signifikan dari Infrastruktur Baru

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah meluncurkan 1.282 titik akses internet dengan teknologi pita lebar tetap (fixed broadband) sebagai bagian dari inisiatif Kampung Internet. Program ini bertujuan untuk memperluas konektivitas hingga ke daerah pedesaan.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Start Up, Alfreno Kautsar Ramadhan, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, mereka berhasil mendirikan 1.282 titik akses yang tersebar di 22 desa, 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi.
Program Kampung Internet ini dirancang untuk menyediakan jaringan internet di desa-desa, guna mendukung berbagai aktivitas rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta fasilitas umum lainnya.
Alfreno menekankan bahwa inisiatif ini berfokus pada penyediaan konektivitas yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau. Tujuannya adalah agar tidak hanya pusat kota yang menikmati layanan internet, tetapi juga masyarakat di desa-desa dapat merasakannya.
Selain memperluas akses internet, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat lokal agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital secara lebih produktif.
Kemkomdigi telah menyiapkan serangkaian pelatihan teknis untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang mencakup berbagai aspek seperti perakitan jaringan fiber optik, pengoperasian infrastruktur telekomunikasi, serta penanganan gangguan dasar.
Terdapat juga program Telko Hub yang bertujuan untuk mendukung penyerapan tenaga kerja setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Program ini menghubungkan lulusan pelatihan dengan industri telekomunikasi yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
Alfreno menambahkan bahwa akses internet dari program Kampung Internet sangat vital untuk mendukung kegiatan produktif, termasuk digitalisasi usaha kecil yang ada di daerah.
Sebagai contoh, pelaksanaan program Kampung Internet di Deli Serdang, Sumatera Utara, memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM setempat yang sebelumnya kesulitan dalam mendapatkan akses internet yang memadai.
Sebelum adanya jaringan fixed broadband, banyak warga yang harus menempuh jarak antara 5 hingga 7 kilometer hanya untuk mendapatkan koneksi internet yang stabil dan dapat diandalkan.
“Inisiatif ini sangat membantu mereka, sehingga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh 5-7 kilometer untuk mencapai hotspot tertentu demi mendapatkan akses internet yang stabil,” ungkapnya.




