Cuaca Buruk di Selat Sunda, Pencarian 5 Wartawan Hilang Saat Meliput Anak Krakatau Dilanjutkan Besok

Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Polisi Hengki, mengonfirmasi bahwa tim gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap kapal cepat yang membawa sekelompok jurnalis, termasuk fotografer dari LKBN Antara, yang hilang kontak di Selat Sunda.
Kapal tersebut dilaporkan tidak dapat dihubungi saat rombongan jurnalis tersebut sedang melakukan peliputan terkait erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Kabupaten Pandeglang, Banten. Pernyataan tersebut disampaikan Hengki saat berdiskusi dengan Direktur Utama LKBN Antara, Benny Siga Butarbutar, melalui telepon dari Jakarta pada Selasa, 8 September 2026.
Hengki menjelaskan bahwa operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi cuaca dan gelombang yang sangat berbahaya.
Proses pencarian melibatkan berbagai pihak seperti Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, TNI, dan tim terpadu penanggulangan bencana.
“Tim kami bersama Basarnas dan tim terpadu penanggulangan bencana telah memulai pencarian,” ungkap Hengki.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, keberadaan rombongan jurnalis tersebut masih belum dapat dipastikan setelah mereka kehilangan kontak. Tim masih berupaya mengumpulkan informasi untuk menentukan kondisi mereka.
Hengki juga menyampaikan bahwa tim sempat melakukan pencarian, namun terpaksa menghentikannya menjelang malam karena cuaca yang semakin memburuk, termasuk gelombang tinggi dan angin kencang.
“Tim dari Basarnas dan Polair sudah melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil karena cuaca gelap dan kondisi perairan yang tidak mendukung,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa aparat bersama tim gabungan akan melanjutkan pencarian dengan memperhatikan keselamatan di lapangan.
“Semua pihak, termasuk Basarnas dan Polair, saling bekerja sama untuk menemukan keberadaan mereka,” tambahnya.
Hengki juga meminta agar setiap informasi terbaru terkait keberadaan orang yang hilang segera dikomunikasikan agar proses pencarian dapat dilakukan berdasarkan informasi yang akurat.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Eko Hartanto, mengungkapkan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi. Pencarian ini akan melibatkan kapal Basarnas serta unsur lainnya.
Eko menjelaskan bahwa kapal Basarnas yang digunakan berukuran sekitar 40 meter, yang dinilai lebih memadai untuk mendukung pencarian di tengah kondisi perairan yang masih berisiko.
“Kapalnya cukup mumpuni untuk melakukan pencarian dan menjangkau area yang lebih luas,” tuturnya.




