Ruben Onsu Duga Laporan Palsu Pencabulan Sebagai Serangan Balik yang Terencana

Presenter Ruben Onsu mengungkapkan kecurigaannya terhadap adanya skenario yang mengatur laporan dugaan pencabulan yang melibatkan namanya. Dengan melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben berpendapat bahwa laporan ini tidak semata-mata merupakan kebetulan, melainkan mungkin merupakan bagian dari strategi serangan balik yang telah dipersiapkan dengan matang.
Ruben dengan tegas menolak semua tuduhan terkait pencabulan yang dialamatkan kepadanya. Saat ini, ia memilih untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan pihak-pihak yang diduga membuat laporan palsu tersebut melalui pengaduan masyarakat (Dumas) pada tanggal 17 Oktober 2026.
Melalui Minola, kuasa hukum yang mewakilinya, diungkapkan bahwa Ruben tidak menunjukkan tanda-tanda panik ketika mendengar adanya laporan yang mencemarkan namanya. Justru, Ruben mempertanyakan motif di balik pelaporan yang ditujukan kepadanya.
“Ruben menegaskan bahwa tuduhan pencabulan itu tidak benar. Oleh karena itu, ia ingin menggunakan hak hukumnya untuk melaporkan adanya dugaan laporan palsu,” jelas Minola di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Minola menyatakan bahwa laporan yang mengaitkan Ruben dengan kasus tersebut disampaikan oleh sebuah organisasi mahasiswa. Selanjutnya, pihaknya merasa perlu untuk mengajukan pengaduan masyarakat agar kepolisian dapat menyelidiki kebenaran terkait laporan yang diduga dibuat secara tidak sah itu.
Menurutnya, kemunculan laporan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan. Ia bahkan mencurigai bahwa pelaporan terhadap Ruben mungkin telah disiapkan sebagai sebuah serangan balik yang terencana.
“Reaksi yang ditunjukkan Ruben sangat menarik, seolah menunjukkan bahwa ini bukanlah kebetulan dan tampaknya telah disusun sebagai bentuk serangan balik. Mungkin ada yang berpikir ini adalah upaya barter, tetapi Ruben lebih memilih untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan kembali mereka yang diduga terlibat dalam penyampaian laporan palsu,” ungkap Minola.
Meski begitu, anggapan mengenai adanya skenario serangan balik ini masih merupakan pandangan dari pihak Ruben. Kebenaran dari isu ini perlu ditelusuri lebih lanjut melalui proses hukum yang berlaku dan pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat.
Minola menegaskan, Ruben tidak berniat menyelesaikan masalah ini dengan cara tukar-menukar kepentingan atau menjadikannya sebagai polemik di ruang publik. Menurutnya, kliennya lebih memilih jalur hukum agar setiap tuduhan dapat diuji berdasarkan bukti dan keterangan yang ada.
“Pada tanggal 17 Oktober, klien kami telah mengajukan pengaduan masyarakat terkait dugaan laporan palsu. Semua pihak yang terlibat dalam laporan ini tentu akan diperiksa dan akan ada undangan klarifikasi dari kepolisian,” jelas Minola.



