Generasi Muda Memiliki Peran Strategis dalam Menentukan Masa Depan Indonesia Menurut Wamendagri Bima Arya

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan betapa krusialnya peran generasi muda dalam merancang masa depan Indonesia, terutama di tengah peluang bonus demografi yang ada saat ini. Ia mengungkapkan bahwa generasi muda berada di titik penting yang dapat menentukan apakah Indonesia akan mampu memanfaatkan momen ini untuk mendorong kemajuan atau justru kehilangan kesempatan berharga.
Bima Arya menjelaskan bahwa dalam dua dekade ke depan, Indonesia memiliki peluang signifikan untuk mencapai kemajuan. Menurutnya, bonus demografi berfungsi sebagai modal vital, di mana jumlah penduduk dalam kelompok usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok nonproduktif. Negara-negara yang berhasil memanfaatkan situasi ini dapat mengubah generasi produktif menjadi penggerak utama pembangunan. Sebaliknya, jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi ini dapat menjadi beban bagi negara.
“Ini adalah bonus yang tidak dimiliki oleh semua negara. Negara-negara yang berhasil melompati tantangan ini mampu memanfaatkan potensi usia produktifnya untuk menjadi motor penggerak yang luar biasa,” ungkap Bima saat memberikan sambutan pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Corsara 2026–2027 di Universitas Komputer Indonesia, Bandung, pada Selasa, 22 September 2026.
Sejalan dengan itu, Bima menekankan bahwa banyaknya penduduk dalam usia produktif harus diimbangi dengan kualitas generasi yang mampu berperan sebagai penggerak pembangunan. Salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kualitas tersebut adalah mindset individu. Pola pikir yang dimiliki setiap orang sangat memengaruhi tindakan yang diambil, yang pada gilirannya membentuk sikap dan karakter dalam menjalani kehidupan.
“Perbuatan yang Anda lakukan menentukan sikap dan karakter Anda. Sedangkan karakter Anda adalah penentu takdir Anda,” tegas Bima.
Berdasarkan pemikiran tersebut, Bima mendorong mahasiswa untuk mengembangkan growth mindset. Ia percaya bahwa generasi muda perlu membangun pola pikir yang terbuka dan terus berkembang agar dapat menerima perspektif baru, bersedia mendengarkan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
“Kunci utama untuk meraih kesuksesan dan menjadi pemenang adalah memiliki growth mindset. Buka pikiran kalian, perluas perspektif, mau mendengar, dan beradaptasi,” jelasnya.
Keterbukaan terhadap perubahan, lanjut Bima, harus sejalan dengan pembentukan karakter. Ia menekankan bahwa meskipun kompetensi membantu seseorang mencapai posisi atau prestasi tertentu, karakter yang kuat adalah bekal untuk mempertahankan pencapaian tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa disarankan untuk aktif dalam membentuk karakter mereka melalui berbagai pengalaman yang didapat selama masa kuliah.




