Kurniawan Dwi Yulianto: Timnas Indonesia Memiliki Peluang Besar Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Kurniawan Dwi Yulianto, seorang legenda Timnas Indonesia, percaya bahwa Skuad Garuda memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar dari 24 September hingga 4 Oktober 2026. Menurutnya, tidak ada alasan bagi tim untuk gagal mencapai prestasi tersebut.
Kurniawan menyatakan bahwa potensi skuad asuhan John Herdman untuk meraih kemenangan semakin terbuka, terutama dengan kemungkinan diperkuat oleh pemain-pemain diaspora yang saat ini berkarier di Eropa. Hal ini menjadi faktor penting yang dapat mendongkrak performa tim dalam turnamen mendatang.
Ia juga menekankan bahwa kualitas pemain Timnas Indonesia saat ini menjadi salah satu alasan kuat untuk menetapkan target juara. Terlebih, FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan bagian dari kalender resmi FIFA Matchday, yang menjadi kesempatan berharga bagi tim untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Tidak ada alasan untuk tidak juara, menurut pandangan saya. Ini adalah kalender FIFA,” ungkap Kurniawan dalam podcast yang diadakan, merujuk kepada pentingnya momen ini bagi timnas.
Mantan penyerang andalan Timnas Indonesia ini menilai bahwa kualitas skuad Garuda terlihat lebih menonjol ketika semua pemain utama dapat bergabung dan bermain bersama.
“Kalau kita lihat nilai kualitasnya, Indonesia memiliki daya saing yang tinggi. Banyak pemain yang berkarier di Liga Italia, Liga Jerman, dan Liga Prancis, semuanya berada di liga-liga teratas,” tambahnya.
Kurniawan juga berpendapat bahwa FIFA ASEAN Cup 2026 bisa menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk menebus kekecewaan para suporter yang merasa kecewa setelah tim tidak berhasil melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
“Tidak ada pilihan lain selain menjadi juara. Setidaknya, ini bisa menjadi obat bagi kekecewaan kita setelah hasil di AFF kemarin,” ujarnya.
Selain itu, Kurniawan memberikan pandangannya mengenai masa depan John Herdman jika Timnas Indonesia tidak berhasil meraih gelar dalam ajang ini. Ia menekankan pentingnya untuk tidak membuat keputusan yang dipengaruhi oleh emosi.
Menurut Kurniawan, setiap pelatih layak mendapatkan evaluasi berdasarkan performa di setiap turnamen yang diikuti. Hasil dari evaluasi tersebut kemudian menjadi tanggung jawab federasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Jadi, serahkan keputusan kepada federasi, karena ada aturan yang harus diikuti. Kita tidak bisa memaksakan kehendak. Mengikuti emosi tidak akan membawa hasil yang baik,” jelasnya.
“Kalaupun harus ada perubahan pelatih, itu harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam kontrak. Namun, saya lebih memilih untuk berpikir positif. Dengan skuad yang ada, semoga kita bisa meraih juara,” tutupnya dengan penuh harapan.



