Superbank Tunda Pembagian Dividen di RUPST Pertama Pasca IPO, Ini Penjelasan Manajemen

Jakarta – PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) baru saja melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang merupakan yang pertama sejak perusahaan ini resmi terdaftar sebagai entitas publik pada bulan Desember 2025.
Dalam RUPST yang perdana ini, Melisa Hendrawati selaku Direktur Keuangan Superbank mengumumkan bahwa perusahaan tidak akan membagikan dividen untuk tahun buku 2025.
Keputusan ini diambil berdasarkan ketentuan dalam Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT), yang menyatakan bahwa dividen hanya dapat dibagikan jika perusahaan memiliki saldo laba yang positif.
“Maka, untuk tahun ini, kami tidak memiliki rencana untuk melaksanakan pembagian dividen,” ucap Melisa dalam keterangan persnya pada Senin, 27 April 2026.
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menilai pelaksanaan RUPST ini merupakan momen signifikan bagi Superbank untuk melanjutkan pertumbuhan yang kuat setelah IPO, sejalan dengan kinerja keuangan yang solid selama tahun 2025.
Sebagai informasi, Superbank mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 143,3 miliar di tahun 2025. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang mencapai 160 persen (year-on-year) menjadi Rp 1,6 triliun, serta ekspansi kredit yang mengalami kenaikan sebesar 50 persen (year-on-year) menjadi Rp 9,6 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan peningkatan signifikan, dengan pertumbuhan sebesar 139 persen (year-on-year) menjadi Rp 11,8 triliun. Selain itu, total aset perusahaan tumbuh sebesar 87 persen (year-on-year) menjadi Rp 21,3 triliun, yang mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan terukur.
“RUPST pertama kami sebagai perusahaan yang terdaftar di bursa merupakan momentum penting untuk memperkuat fondasi tata kelola perusahaan, sekaligus melanjutkan pertumbuhan yang solid yang telah kami capai,” ungkap Tigor.
Ia juga menambahkan bahwa pencapaian kinerja di tahun 2025 mencerminkan keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem yang diimplementasikan secara disiplin, serta meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap Superbank.
“Kedepannya, kami akan terus memperluas penetrasi layanan digital melalui kolaborasi strategis dalam ekosistem, termasuk OVO Nabung, Kartu Untung bersama KakaoBank, dan integrasi pengajuan Pinjaman Atur Sendiri di Grab dan OVO, untuk memberikan layanan keuangan yang semakin relevan dan mudah diakses,” jelasnya.




