Ustaz Solmed Minta Pertanggungjawaban Syekh Ahmad Al Misry atas Tuduhan Pelecehan SAM

Isu terkait tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan Syekh Ahmad Al Misry hingga saat ini masih menjadi perhatian publik yang signifikan. Dalam perkembangan terbaru, Ustaz Solmed secara terbuka meminta agar Syekh Ahmad segera kembali ke Indonesia untuk memberikan penjelasan terkait tuduhan yang beredar luas.
Melalui sebuah unggahan di Instagram, Ustaz Solmed langsung menandai akun Syekh Ahmad Al Misry. Ia menegaskan bahwa kehadiran Syekh Ahmad sangat penting untuk mencegah berkembangnya spekulasi dan fitnah di kalangan masyarakat.
“Antum @ahmad_almisry2 segera balik dah ke Indonesia, jangan biarkan ini menjadi bencana fitnah dikalangan kaum muslimin serta anak bangsa,” ujar Ustaz Solmed, yang dikutip pada 20 April 2026.
Tidak hanya meminta agar Syekh Ahmad Al Misry pulang, Ustaz Solmed juga menyampaikan pentingnya transparansi dalam menangani masalah ini. Menurutnya, penjelasan yang jelas akan membantu mengungkap fakta sebenarnya terkait tuduhan yang tengah hangat dibicarakan.
“Datang, ceritakan dan buktikan benar atau tidaknya. Pertanggungjawabkan jika memang kejadian itu benar,” tambahnya.
Ustaz Solmed juga mengingatkan bahwa Syekh Ahmad Al Misry tidak seharusnya menghindar dari masalah yang kini menjadi sorotan publik. Ia bahkan memberikan sinyal bahwa bisa ada langkah hukum jika Syekh Ahmad tetap berada di luar negeri.
“Jangan terus lari dan bersembunyi. Hayoo, mau dijemput Interpol atau balik internal kesini?” tegasnya.
Di sisi lain, Ustaz Solmed mengungkapkan bahwa dirinya juga terdampak oleh situasi ini. Ia mengaku pernah menjadi sasaran fitnah akibat kesamaan inisial “SAM” yang dikaitkan dengan kasus tersebut oleh sejumlah akun di media sosial.
“Sebagai catatan: Gara-gara inisial SAM ini nama saya pernah dikaitkan/difitnah oleh akun-akun yang tidak bertanggungjawab (dan saat ini akun-akun tersebut sudah resmi saya laporkan ke Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan STTLP/B/2687/IV/2026/SPKT/Polda Metro Jaya),” jelasnya.
Sebagai informasi, kasus ini bermula dari laporan mengenai dugaan pelecehan seksual yang melibatkan lima santri laki-laki. Ustaz Abi Makki, sebagai perwakilan korban, mengungkapkan dugaan modus yang digunakan, yakni dengan menawarkan kesempatan belajar ke luar negeri sebagai daya tarik bagi para korban.




