Perjuangan Ashanty Menyelesaikan S3: Tantangan Judul Disertasi yang Hampir Membuatnya Menyerah

Perjalanan Ashanty dalam menyelesaikan pendidikan doktoralnya telah menjadi perhatian banyak orang. Setelah melewati berbagai rintangan dan tantangan, dia akhirnya berhasil melaksanakan ujian tertutup disertasi yang menjadi momen bersejarah dalam hidupnya.
Kepuasan yang dirasakan sangat besar, terutama mengingat ia mengalami banyak kendala, termasuk harus mengubah judul disertasinya hingga tiga kali.
Di tengah kesibukannya sebagai seorang publik figur yang memiliki jadwal kerja yang sangat padat, Ashanty menyadari bahwa menyelesaikan program S3 bukanlah hal yang mudah. Dia harus pintar-pintar membagi waktu antara karier, keluarga, dan tuntutan akademik yang sangat berat.
“Aku sudah tiga kali mengganti judul,” ungkap Ashanty dalam video yang diunggah di YouTube.
“Aku melakukan revisi berkali-kali, dan sering menunda-nunda,” tambahnya.
Proses revisi yang berulang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan akademisnya. Catatan dari pembimbing yang terus bertambah membuat waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan disertasi menjadi lebih lama dari yang direncanakan.
Tekanan tersebut bahkan pernah membuatnya mempertimbangkan untuk menghentikan upayanya di tengah jalan.
“Di tengah perjalanan, aku sempat berpikir untuk tidak melanjutkan,” dia mengungkapkan. “Aku beberapa kali mengatakan kepada promotor tentang keinginanku untuk mundur. Namun, mereka selalu memberikan dukungan,” lanjut Ashanty.
Untungnya, dukungan dari para pembimbing menjadi salah satu faktor penting yang membuat Ashanty tetap bertahan. Meskipun demikian, rasa ragu sempat kembali menghinggapinya menjelang hari ujian. Dia bahkan mengaku hampir menunda jadwal sidang pada hari yang sama.
“Aku hampir mengubah tanggal ujian pagi ini. Saat sampai di Surabaya, aku merasa bingung, ‘Apakah bisa mundur?’” ungkapnya.
Selain dukungan dari pihak kampus, dorongan dan motivasi dari keluarga juga berperan besar dalam memperkuat tekad Ashanty untuk terus melangkah. Keputusan untuk melanjutkan perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika ia dinyatakan lulus ujian tertutup.
“Alhamdulillah, aku sudah sampai di titik ini,” kata Ashanty penuh syukur.
“Namun, semua itu harus dihadapi. Semakin kita menghindar, langkah kita akan semakin berat,” tambahnya.
Ashanty menyelesaikan pendidikan doktoralnya dalam waktu hampir empat tahun di Universitas Airlangga, Surabaya, dengan fokus pada Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Disertasi yang dia ajukan berjudul “Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X Terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia.”




