Donald Trump Dinilai Tidak Konsisten, Amerika Serikat Menghadapi Situasi Buntu

Keputusan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam menghadapi Iran telah menarik perhatian, termasuk dari pejabat senior Gerakan Perlawanan Rakyat Ansarullah di Yaman. Seorang pejabat Ansarullah menilai bahwa sikap Trump yang tidak konsisten mencerminkan ketidakpastian dan menunjukkan bahwa ia terjebak dalam kebuntuan, di tengah keteguhan Iran yang menghadapi berbagai tekanan dari Washington.
Wakil Kepala Otoritas Media Nasarullah, Nasr al-Din Amer, mengungkapkan bahwa penolakan Iran untuk melanjutkan pembicaraan dengan AS menunjukkan posisi tawar yang lebih kuat bagi Teheran. Diketahui bahwa Iran bersedia untuk berunding kembali jika Amerika Serikat membuka blokade terhadap kapal dan pelabuhan mereka.
“Penolakan ini mencerminkan kekuatan mereka. Sementara itu, langkah cepat AS untuk mengunjungi Islamabad bahkan sebelum Iran sepakat untuk mengadakan putaran kedua negosiasi dan memperpanjang gencatan senjata menunjukkan bahwa Trump terjerat dalam situasi yang tanpa jalan keluar,” ungkapnya, seperti yang dilansir dari presstv.ir pada 22 April 2026.
Banyak media di Amerika melaporkan kunjungan pejabat tinggi AS ke ibu kota Pakistan, meskipun Iran telah menegaskan penolakan mereka untuk bernegosiasi.
Pada hari yang sama, di tengah penolakan berkelanjutan dari Iran terhadap tawaran negosiasi, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu yang sebelumnya dinyatakannya pada 7 April, sebagai respons terhadap balasan tegas Iran atas agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel yang tidak terprovokasi.
Amer juga menyatakan bahwa tuduhan Trump mengenai adanya perpecahan dalam pengambilan keputusan di kalangan Iran adalah tidak benar. Ia menilai bahwa pernyataan tersebut hanya merupakan usaha untuk mempertahankan kredibilitas Trump yang sebenarnya sudah mulai runtuh.
Ia menekankan bahwa keputusan-keputusan Trump yang cenderung tidak seimbang menggambarkan betapa sulitnya situasi yang sedang dihadapi oleh presiden AS saat ini.




