bisnis

Saldo Awal Uang Rakyat, Calon Penerima Rekening Massal Diseleksi Berdasarkan Desil Ketat

Jakarta – Pemerintah tengah melakukan pemrosesan data untuk menentukan calon penerima program pembukaan rekening massal.

Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan saldo awal sebesar Rp50.000 diberikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat, khususnya untuk kelompok dengan desil 1 hingga 4.

Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Erdiriyo, menjelaskan bahwa pendataan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Sasaran dari program ini mencakup individu seperti pelajar yang berusia 17 tahun ke atas, siswa madrasah, santri di pesantren, serta kelompok wanita.

“Karena saldo awal ini berasal dari uang rakyat dan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), maka hanya mereka yang berada di segmen desil 1-4 yang berhak menerima subsidi saldo awal. Oleh karena itu, kami sedang melakukan overlay data,” ungkap Erdiriyo dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Untuk menyaring calon penerima dari kalangan pelajar, pemerintah mencocokkan data dari Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Langkah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi pelajar yang belum memiliki rekening bank.

Pendataan kelompok perempuan juga dilakukan berdasarkan informasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Pemerintah telah mengidentifikasi tiga kelompok utama, yaitu peserta program keluarga berencana (KB), perempuan kepala keluarga, serta wanita yang menjadi orang tua tunggal atau single parent.

Selain itu, pemerintah juga mendata calon penerima dari sektor pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Salah satu langkah yang dilakukan adalah mencocokkan data mereka dengan informasi anggota koperasi.

Pendataan di lingkungan pendidikan Kementerian Agama mencakup siswa madrasah dan santri di pesantren.

Proses identifikasi ini juga mempertimbangkan jenjang pendidikan masing-masing calon penerima.

“Kementerian Agama membagi calon penerima ke dalam dua kelompok, yaitu sekolah madrasah dan pesantren. Di lingkungan pesantren pun terdapat berbagai tingkatan. Saat ini, kami sedang melakukan verifikasi untuk semua ini,” jelas Erdiriyo.

Pemerintah telah menyediakan subsidi saldo awal sebesar Rp50.000 untuk setiap individu yang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Erdiriyo menegaskan bahwa masyarakat yang tidak termasuk dalam kelompok desil yang ditentukan tidak berhak menerima subsidi ini, mengingat sumber pendanaannya berasal dari anggaran negara.

Menurut Erdiriyo, saat ini terdapat sekitar 47,5 juta warga Indonesia yang belum memiliki rekening bank.

Related Articles

Back to top button
kpkgg