berita

Nilai Lukisan Denny JA yang Diberkati Paus Fransiskus Diperkirakan Mencapai Rp 34 Miliar

Jakarta – Sebuah lukisan yang dihasilkan oleh Denny JA dan baru-baru ini mendapat berkat dari Paus Fransiskus diperkirakan memiliki nilai yang mencapai Rp 34 miliar. Peristiwa bersejarah ini terjadi secara spontan di depan Galeri Nasional Jakarta pada bulan September 2024.

Estimasi nilai tersebut disusun dengan menggunakan pendekatan berbasis analisis kecerdasan buatan, yang membandingkan transaksi karya seni religius di berbagai lelang internasional.

Analisis ini diungkapkan oleh Satrio Arismunandar, seorang akademisi dan pengamat budaya. Ia menelaah peristiwa ini dari sudut pandang sejarah, sosiologi seni, dan ekonomi simbolik.

Menurut laporan yang tersedia, kejadian bersejarah ini berlangsung saat iring-iringan Paus melintas di depan Galeri Nasional. Kendaraan yang membawa Paus melambat, dan lukisan karya Denny JA yang sedang dipamerkan diangkat oleh seorang pendeta bernama Sylvana.

Lukisan tersebut menggambarkan sebuah adegan simbolik yang menunjukkan Paus mencuci kaki orang-orang kecil, yang dalam tradisi Injil melambangkan kerendahan hati.

Paus kemudian membuka jendela mobilnya untuk menyapa, mendoakan, dan memberikan berkat kepada lukisan tersebut.

Peristiwa ini berlangsung dalam waktu singkat dan tidak direncanakan sebelumnya. Dokumentasi visual dan kesaksian dari para saksi menjadi bagian penting dalam memperkuat validitas historis peristiwa ini di masa depan.

Satrio mengungkapkan bahwa kejadian ini berpotensi untuk meningkatkan nilai karya seni tersebut melalui apa yang dikenal dalam kajian sosiologi seni sebagai “symbolic elevation”. Ini merupakan perubahan status karya seni akibat keterkaitannya dengan peristiwa penting dalam sejarah.

“Dalam konteks ini, lukisan tersebut mengandung beberapa dimensi nilai, termasuk sebagai karya seni visual, simbol religius, serta artefak yang terhubung dengan peristiwa dan narasi lintas iman,” ungkap Satrio di Jakarta pada Kamis, 30 April 2026.

Satrio menjelaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan konsep kapital simbolik yang diperkenalkan oleh Pierre Bourdieu. Konsep ini menekankan bahwa nilai sebuah karya tidak hanya ditentukan oleh aspek estetika, tetapi juga oleh konteks sosial dan historis yang menyertainya.

Estimasi nilai karya ini disusun melalui pemodelan berbasis kecerdasan buatan dengan membandingkan data lelang karya seni bertema religius di rumah lelang internasional, seperti Sotheby’s dan Christie’s, selama periode 2015 hingga 2024. Estimasi ini bersifat indikatif dan memerlukan validasi lebih lanjut oleh penilai independen yang memiliki sertifikasi.

Untuk skenario konservatif, estimasi nilai lukisan ini berada di kisaran USD 150.000 hingga 400.000.

Dalam rupiah, nilai tersebut diperkirakan berkisar antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 6,5 miliar.

Sementara itu, untuk skenario menengah, estimasi nilai lukisan ini akan lebih tinggi.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k