berita

Kenapa Jenazah Ali Khamenei Belum Dimakamkan Setelah Lebih dari 40 Hari?

Setelah lebih dari tujuh minggu sejak kepergian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, jenazahnya masih belum dimakamkan. Situasi ini sangat berbeda dari praktik yang biasa dilakukan dalam tradisi dan politik Iran. Pertanyaannya, mengapa jenazah Ali Khamenei belum mendapatkan tempat peristirahatan yang layak hingga saat ini?

Menurut laporan dari NDTV pada 23 April 2026, seorang ahli keamanan berpendapat bahwa penundaan ini bukan hanya akibat kondisi perang, melainkan lebih kepada rasa ketakutan yang melanda pemerintahan saat ini. Behnam Taleblu dari Foundation for the Defence of Democracies menyatakan kepada New York Post bahwa kekuasaan Mojtaba Khamenei saat ini terhambat oleh ketakutan, sehingga mereka tidak berada dalam posisi untuk mengadakan upacara penghormatan yang besar, meskipun terdapat perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Sebagai perbandingan, pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989 dihadiri oleh jutaan orang. Namun, situasi berbeda dengan Ali Khamenei, di mana upacara pemakaman yang serupa tidak dapat dilaksanakan akibat serangan yang terus dilakukan Israel terhadap Iran dalam beberapa minggu terakhir.

“Intinya, rezim ini terlalu gentar dan lemah untuk mengambil risiko,” ungkap Taleblu.

Ada beberapa faktor yang menjadi alasan di balik penundaan pemakaman Ali Khamenei. Iran sangat khawatir akan kemungkinan serangan udara dari Israel serta potensi munculnya protes dari kalangan nasionalis yang tidak puas.

Faktor lain yang memengaruhi keputusan untuk tidak menggelar pemakaman adalah ketidakhadiran Mojtaba Khamenei, pemimpin baru yang hampir tidak pernah terlihat di hadapan publik. Dalam konteks ini, jika pemerintah Iran memutuskan untuk melangsungkan pemakaman ayahnya, mereka harus memberikan penjelasan mengenai ketidakhadiran Mojtaba.

Kehilangan yang menyedihkan ini sangat mencolok. Pada tahun 1989, pemakaman pendiri rezim disaksikan oleh kerumunan besar, tetapi generasi berikutnya tidak mampu menggelar pemakaman lebih dari sebulan setelah wafatnya. Republik Islam sering mendaku memiliki kontrol penuh atas situasi di jalanan, tetapi pemadaman internet yang berlangsung selama 50 hari sudah cukup menunjukkan realitas yang berbeda. Rezim ini tampak ketakutan akan dampak yang mungkin terjadi jika kebenaran terungkap, seperti yang diungkapkan oleh Taleblu.

Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan kota Mashhad di timur laut Iran sebagai lokasi pemakaman. Mashhad adalah kampung halaman Khamenei dan berlokasi dekat perbatasan dengan Turkmenistan, menjadikannya lokasi yang relatif aman dari jangkauan serangan Israel.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k