Ibadah Raya Perjamuan Kudus 6,5 Juta Jemaat HKBP Hadirkan Presiden Prabowo

Jakarta – Menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-165 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Ketua Panitia Umum Nasional HUT HKBP ke-165, Effendi Simbolon, mengungkapkan bahwa Ibadah Raya perjamuan kudus yang dihadiri oleh 6,5 juta jemaat akan disambut dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto.
Effendi menjelaskan mengenai persiapan dan alasan di balik pemilihan lokasi GBK sebagai tempat perayaan dalam sambutannya di ibadah di Sipoholon.
“Kami, sebagai panitia yang terdiri dari berbagai perwakilan, akan menyelenggarakan Ibadah Raya dan Perjamuan Kudus di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 18 Oktober 2026. Ibadah ini akan dimulai pukul 15.00 WIB,” tutur Effendi Simbolon.
“Alasan kami memilih GBK adalah karena jumlah jemaat kita yang sangat besar. Tercatat ada yang menyebutkan 8 juta, dan Ephorus kita sering menyatakan bahwa jumlahnya 6,5 juta, tapi mungkin jumlahnya bisa lebih dari itu,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa acara sakral ini akan dipimpin oleh pimpinan tertinggi HKBP, di mana pesan dan firman Tuhan akan disampaikan dengan penuh semangat di tengah kehadiran ribuan orang di GBK.
“Pada ibadah raya dan parmingguon, Oppui Ephorus akan menjadi pengkotbah,” jelas Effendi.
Kemegahan perayaan ini semakin terasa istimewa dengan konfirmasi kehadiran Kepala Negara Republik Indonesia yang akan menyapa langsung ribuan jemaat yang hadir.
Kehadiran presiden diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi serta mendorong semangat kebersamaan di antara seluruh umat.
“Direncanakan, Bapak Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, akan hadir, seperti yang langsung diundang oleh Oppui Ephorus,” ungkap Effendi lagi.
“Mudah-mudahan kehadirannya dapat memberikan semangat bagi kita semua,” tambahnya.
Dalam skala acara yang sangat besar ini, panitia memastikan bahwa semua aspek logistik dan finansial telah dipersiapkan dengan baik. Semua pendanaan untuk acara ini bersumber dari kepedulian serta kesukarelaan berbagai pihak yang ingin berkontribusi secara mandiri.
“Pembiayaan acara ini sebagian besar berasal dari sumbangan hamba Allah yang terpanggil untuk membantu, sehingga pendanaan tidak lagi sepenuhnya dari kas HKBP,” kata Effendi.
“Meskipun sudah ada pembagian zona untuk pengunjung, kami mengajak semua untuk bersama-sama memeriahkan ibadah ini agar kita semua dapat merasakan berkat di dunia ini,” tuturnya.




