berita

Eskalasi Konflik AS-Iran Meningkat, Idrus Marham Mendesak Pemerintah Ambil Tindakan Tegas

Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengimbau pemerintah untuk mengambil langkah tegas menghadapi meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal ini menjadi semakin mendesak di tengah situasi yang semakin menegangkan di kawasan Timur Tengah.

Baru-baru ini, Amerika Serikat melakukan serangan yang mengakibatkan tewasnya salah satu pemimpin terkemuka Iran, Ali Khamenei. Insiden ini menambah ketegangan antara kedua negara dan memicu reaksi dari berbagai pihak di seluruh dunia.

Idrus menekankan pentingnya sikap tegas Indonesia dalam menyikapi situasi ini sebagai penegasan posisi politik luar negeri. Selain itu, ia juga menilai bahwa sikap ini berfungsi sebagai peringatan diplomatik terkait keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh mantan Presiden AS, Donald Trump.

Dengan mengadopsi sikap ini, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk tetap pada prinsip dasar kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif. Doktrin ini telah menjadikan Indonesia sebagai aktor penting dalam diplomasi global, menciptakan ruang bagi dialog di antara berbagai blok kepentingan internasional.

“Pernyataan tegas menolak serangan tersebut sangat penting untuk memperkuat prinsip politik luar negeri kita. Namun, penolakan itu tidak berarti Indonesia harus keluar dari forum internasional,” ungkap Idrus dalam pernyataannya pada Rabu, 4 Maret 2026.

Terkait kemungkinan Indonesia meninggalkan Board of Peace (BoP), Idrus menyampaikan bahwa hal tersebut bukanlah pilihan yang mudah. Namun, ia menekankan bahwa mengambil langkah tersebut tidak akan memberikan efek positif bagi penyelesaian konflik yang ada.

“Indonesia sudah jelas ikut serta dalam forum BoP dengan niat dan sikap yang jelas! Kami tidak ingin hanya menjadi penonton pasif. Keputusan untuk mundur atau tidak berpartisipasi sama sekali justru bisa menutup peluang pengaruh yang telah sulit dibangun selama ini,” tegasnya.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan anggota G20, Indonesia memiliki legitimasi yang kuat. Hal ini seharusnya dimanfaatkan untuk menjadikan setiap forum internasional sebagai arena perjuangan, bukan sekadar ajang untuk berdiplomasi secara emosional.

Idrus menegaskan bahwa strategi politik luar negeri Indonesia harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai konstitusi, terutama amanat yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, prinsip Dasasila Bandung, serta doktrin politik luar negeri yang bebas aktif.

Dalam konteks ini, Indonesia perlu menjaga jarak dari arus konflik yang sedang berlangsung, namun tetap bersuara terhadap pelanggaran prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional yang terjadi.

Idrus menjelaskan bahwa tujuan utama keterlibatan Indonesia dalam BoP adalah untuk memperkuat jalur diplomasi dalam menyelesaikan isu-isu kemanusiaan. Oleh karena itu, langkah agresif yang diambil oleh AS dan Israel sangat bertentangan dengan cita-cita forum tersebut.

Related Articles

Back to top button
slot qris slot qris