Kakorlantas Menegaskan Fokus Operasi Ketupat untuk Keselamatan Pemudik Hingga Sampai Rumah

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa keselamatan dalam perjalanan mudik merupakan prioritas utama untuk Operasi Ketupat 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat beliau melakukan pemantauan terhadap arus mudik di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, yang terletak di Jawa Barat.
“Tujuan utama dari Operasi Ketupat 2026 adalah memastikan semua pemudik bisa sampai di tujuan dengan selamat. Setiap nyawa sangat berharga bagi kami. Kami tidak hanya fokus pada angka statistik, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga harapan dan kerinduan jutaan keluarga agar berakhir dengan bahagia,” jelas Agus.
Agus menambahkan bahwa upaya pengamanan yang dilakukan secara kolaboratif dengan semua pihak terkait telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Data menunjukkan bahwa angka fatalitas korban jiwa selama periode mudik tahun ini berhasil diturunkan hingga 45 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pantauan dari sistem traffic counting menunjukkan bahwa arus kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju berbagai daerah baru mencapai sekitar 25 persen. Ini berarti masih ada sekitar 75 persen, atau sekitar 3,2 juta pemudik, yang diperkirakan akan berangkat dalam beberapa hari mendatang.
“Kami tetap siaga penuh untuk mengawasi gelombang besar pergerakan masyarakat ini agar tetap berlangsung dengan aman dan lancar,” ungkapnya.
Dari segi keamanan dan ketertiban masyarakat, laporan mengenai kasus kriminalitas yang mencolok tercatat nihil. Sementara itu, situasi di berbagai lokasi transportasi utama, seperti Stasiun Surabaya Gubeng dan Terminal Purabaya, terpantau aman dan terkendali.
Agus juga menilai bahwa kebijakan pembatasan kendaraan dengan sumbu tiga ke atas selama masa mudik terbukti efektif, memberikan ruang bagi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang, sehingga arus lalu lintas dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang berbasis pada data traffic counting yang dipantau secara real-time.
“Sekali lagi, kami hadir untuk melayani masyarakat. Mari kita bersama-sama mewujudkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Selamat berangkat dan selamat kembali,” tutupnya.




