Pentingnya Istirahat Saat Mudik untuk Menghindari Risiko Fatal di Jalan

Jakarta – Perjalanan mudik saat Lebaran biasanya melibatkan jarak yang sangat jauh dan waktu berkendara yang berkepanjangan. Situasi ini kerap membuat pengemudi merasa terpaksa untuk terus melanjutkan perjalanan meskipun tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Kelelahan adalah salah satu penyebab utama yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan di jalan. Ketika pengemudi mulai kehilangan fokus, kemampuan mereka untuk merespons situasi di jalan akan berkurang secara drastis.
Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), mengungkapkan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk menyadari pentingnya menjaga kondisi fisik mereka selama perjalanan.
“Faktor manusia adalah pemicu utama kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pemudik sebaiknya meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara untuk mengurangi risiko fatalitas kecelakaan di jalan,” ujarnya.
Keselamatan dalam perjalanan mudik tidak hanya ditentukan oleh keadaan kendaraan atau infrastruktur jalan yang ada. Keterlibatan masyarakat, khususnya para pengemudi, memainkan peranan penting dalam menurunkan angka kecelakaan selama arus mudik.
Edo juga menyoroti pentingnya persiapan yang matang sebelum berangkat. Ini mencakup menjaga kesehatan fisik, manajemen waktu perjalanan, serta disiplin dalam beristirahat sepanjang perjalanan.
“Para pemudik harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat dan secara konsisten beristirahat agar tetap segar dan fokus saat berkendara,” jelas Edo.
Data dari Operasi Ketupat Korlantas Polri pada tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan selama periode mudik mengalami penurunan yang signifikan. Selama periode tersebut, tercatat 3.181 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 787 korban jiwa.
Penurunan angka kecelakaan ini diduga berkaitan dengan berbagai upaya untuk meningkatkan keselamatan di jalan. Selain kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan, peningkatan kesadaran masyarakat juga berkontribusi dalam menekan angka fatalitas kecelakaan.
Lilik Andi Baryono, Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC), menjelaskan bahwa kecelakaan sering kali disebabkan oleh pengemudi yang tidak dapat mengantisipasi situasi di jalan. Kelelahan yang dialami pengemudi sering menjadi pemicu utama penurunan konsentrasi.
“Oleh karena itu, pencegahan kecelakaan sangat penting. Kita mengetahui bahwa penyebab umum kecelakaan berkaitan dengan kegagalan dalam mengantisipasi situasi saat berkendara,” ungkap Lilik.




