Serangan Bandara Riyadh Akibatkan 12 Kematian, Simak Kondisi Terkini Ibu Kota Arab Saudi

Serangan yang terjadi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, telah menimbulkan dampak yang sangat tragis. Otoritas setempat melaporkan bahwa serangan ini mengakibatkan 12 orang kehilangan nyawa.
Dari jumlah korban yang tewas, terdiri dari 4 warga negara Arab Saudi, 2 warga Bangladesh, serta masing-masing 1 orang dari Amerika, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Saat ini, para korban yang terluka sedang mendapatkan perawatan intensif di beberapa rumah sakit, dengan beberapa di antara mereka dalam kondisi kritis.
Menurut laporan dari CBS News, serangan ini juga mengakibatkan penangguhan operasional bandara hingga tengah malam. Data dari Flightradar24 menunjukkan bahwa sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain atau bahkan dibatalkan. Dalam situasi tersebut, hanya terlihat satu helikopter yang berputar di sekitar area bandara.
Tindakan keamanan di bandara diperketat dengan kehadiran polisi yang lebih banyak. Seluruh pintu masuk bandara ditutup, dan lampu-lampu di sekitar kompleks bandara diredupkan untuk menjaga situasi tetap terkendali.
Sumber dari Reuters menyebutkan bahwa serangan ini merupakan yang paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir. Serangan ini terjadi secara mendadak tanpa adanya peringatan sebelumnya, mengingat bahwa sistem peringatan ancaman di Arab Saudi tidak memberikan notifikasi.
Serangkaian serangan ini menyoroti kelemahan dalam sistem pertahanan Arab Saudi. Di tengah kondisi ini, kerajaan juga sedang melancarkan serangan udara terhadap kelompok Houthi untuk mendukung operasi darat pasukan pemerintah Yaman yang tengah melawan kelompok yang didukung oleh Iran.
Koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi telah berjanji untuk memberikan balasan terhadap serangan ini.
Pemerintah Arab Saudi dan Yaman mengklaim telah melancarkan ratusan serangan terhadap target yang berada di wilayah yang dikuasai oleh kelompok Houthi. Namun, kelompok Houthi mengklaim bahwa serangan tersebut menyebabkan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Hingga saat ini, Reuters belum dapat mengonfirmasi klaim tersebut secara independen.
Saksi mata yang berada di lokasi saat serangan terjadi melaporkan melihat ledakan, diikuti oleh pemandangan sejumlah orang tergeletak di lantai dalam keadaan terluka.
Lebih dari selusin ambulans terlihat meluncur ke arah bandara. Sebuah video yang telah diverifikasi oleh Reuters juga menunjukkan banyak ambulans berada di lokasi kejadian, menandakan respons cepat terhadap situasi darurat ini.




