Perayaan Juara Inter Milan Mengganggu Laga Tenis Italian Open Karena Asap Kembang Api

Sebuah insiden yang menarik perhatian terjadi di turnamen tenis Italian Open ATP 1000 yang berlangsung di Roma. Pertandingan perempat final yang mempertemukan petenis lokal Luciano Darderi dengan Rafael Jodar, seorang talenta muda dari Spanyol, terpaksa dihentikan selama hampir 20 menit karena gangguan asap kembang api yang menyelimuti arena.
Asap yang memenuhi lapangan tersebut ternyata berasal dari perayaan kemenangan Inter Milan, yang baru saja mengalahkan Lazio dengan skor 2-0 di final Coppa Italia. Kejadian ini mencuat saat Jodar sedang memimpin 6-5 di set pertama. Angin yang berhembus membawa asap dari Stadio Olimpico, yang berlokasi hanya 500 meter dari Foro Italico, dan menciptakan kondisi yang tidak nyaman bagi para pemain.
Tidak hanya mengganggu jarak pandang pemain, kabut asap tersebut juga berdampak negatif terhadap sistem pemanggilan garis yang menggunakan teknologi elektronik. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat dalam pertandingan.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, suasana di stadion terlihat sangat berkabut, sehingga wasit akhirnya memutuskan untuk menunda pertandingan sampai situasinya kembali normal. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan dan kenyamanan pemain.
Pertandingan ini sendiri dimulai lebih lambat dari jadwal yang ditentukan, yaitu sekitar pukul 11 malam, akibat penundaan sebelumnya karena cuaca buruk yang membawa hujan sepanjang hari. Meski terhalang oleh insiden asap yang mengejutkan, Darderi, yang merupakan unggulan ke-20 dunia, tetap mampu mempertahankan fokusnya.
Petenis berusia 24 tahun itu berhasil mengalahkan Jodar setelah melalui pertarungan sengit yang berlangsung selama tiga set dengan skor akhir 7-6 (7-5), 5-7, dan 6-0. Pertandingan yang melelahkan ini berlangsung selama 3 jam 8 menit dan berakhir sekitar pukul 2 pagi waktu setempat.
Bagi Darderi, kemenangan ini sangat berarti karena menandai langkahnya menuju semifinal ATP Masters 1000 pertamanya. Ia menyebut kemenangan ini sebagai prestasi terbaik dalam kariernya dan siap untuk menghadapi Casper Ruud di babak berikutnya. Di sisi lain, meskipun kalah, Rafael Jodar tetap menjadi sorotan publik setelah berhasil meloncat dari peringkat di luar 700 besar ke posisi 34 dunia dalam waktu satu tahun.




