6 Bank Sentral Teratas yang Agresif Menjual Cadangan Emas di 2026, Rusia Memimpin!

Ketidakpastian yang muncul akibat faktor geopolitik dan tantangan ekonomi global telah mendorong banyak negara untuk menyesuaikan strategi cadangan devisa mereka. Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh beberapa bank sentral adalah penjualan cadangan emas. Bank sentral Rusia muncul sebagai yang paling aktif dalam menjual emas, diikuti oleh Turki yang juga mengambil langkah serupa.
Ada beberapa faktor pendorong yang memaksa negara-negara ini untuk melepaskan cadangan emas mereka. Salah satunya adalah tekanan fiskal yang dialami pemerintah, yang mengharuskan mereka mencari likuiditas tambahan secara cepat. Dalam konteks ini, emas menjadi pilihan yang layak untuk memenuhi kebutuhan pendanaan negara.
Penjualan emas tidak hanya berfungsi sebagai alat lindung nilai, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan ekonomi yang dinamis. Langkah ini mencerminkan bahwa negara-negara dapat menggunakan emas sesuai dengan kebutuhan ekonomi domestik mereka untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan.
Berdasarkan data terkini dari World Gold Council yang disajikan oleh Visual Capitalist, berikut adalah enam bank sentral teratas yang paling aktif menjual cadangan emas sepanjang tahun 2026.
Rusia
Bank sentral Rusia menduduki peringkat pertama dalam penjualan emas tahun ini. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan fiskal yang disebabkan oleh pengeluaran untuk keperluan perang dan sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat.
Pembekuan aset sekitar US$300 miliar yang dimiliki oleh bank sentral Rusia pada tahun 2022 telah menjadi titik balik dalam strategi pengelolaan cadangan devisa mereka. Dalam situasi ini, Rusia dilaporkan telah menjual sekitar 15,6 ton emas untuk meningkatkan likuiditas negara di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi.
Turki
Posisi kedua ditempati oleh Turki, yang menjual cadangan emas sebesar setengah dari volume yang dijual oleh Rusia, yakni sekitar 8,1 ton. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari langkah untuk menstabilkan ekonomi domestik.
Penjualan cadangan emas di Turki bertujuan untuk mempertahankan nilai tukar lira yang semakin tertekan. Selain itu, pemerintah Turki juga berusaha mengendalikan permintaan emas yang tinggi di dalam negeri, yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi.
Bulgaria
Bulgaria juga turut berkontribusi dalam penjualan cadangan emas dengan mengurangi jumlahnya sebanyak 1,9 ton. Langkah ini tampaknya berkaitan dengan kebutuhan untuk menyesuaikan cadangan serta menjaga stabilitas fiskal negara.
Kyrgyzstan
Di Asia Tengah, Kyrgyzstan melaporkan pengurangan cadangan emasnya sebesar 1,1 ton. Penjualan ini diduga disebabkan oleh kebutuhan likuiditas yang mendesak serta upaya untuk menyeimbangkan portofolio devisa mereka.
Belarus
Belarus menyusul di urutan berikutnya dengan penjualan cadangan emas sebanyak 0,1 ton atau setara dengan 100 kilogram. Keputusan ini mencerminkan adanya tekanan ekonomi yang juga dirasakan oleh negara tersebut.
Dengan adanya fenomena penjualan cadangan emas oleh bank sentral di berbagai negara, dapat dilihat bahwa langkah ini tidak hanya reaktif tetapi juga strategis. Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, bank sentral berusaha untuk beradaptasi dan mencari solusi yang paling tepat bagi kestabilan nasional mereka.



