Dadang (57), seorang penduduk Desa Kertamukti di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tragisnya kehilangan nyawanya akibat penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang diduga dalam keadaan mabuk. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 4 April 2026, di tengah suasana pesta pernikahan anaknya.
Sekelompok pelaku meminta sejumlah uang dari penyelenggara acara. Ketika pihak penyelenggara menawarkan uang sejumlah Rp100 ribu, para pelaku menolak dengan dalih bahwa jumlah tersebut tidak cukup. Kapolsek Campaka, AKP Firman Budiarto, menjelaskan bahwa kemarahan para pelaku, yang dipicu oleh pengaruh alkohol, menyebabkan terjadinya keributan yang berujung pada tindakan kekerasan.
Mendengar berita tragis ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengungkapkan rasa kemarahannya. Ia mendesak pihak kepolisian untuk menindak tegas praktik premanisme hingga ke akar-akarnya, bukan hanya di level permukaan.
“Peristiwa ini mencerminkan pola premanisme yang terorganisir. Mereka biasanya memiliki kelompok, pengatur, bahkan beberapa dari mereka bersembunyi di balik nama organisasi tertentu. Ini adalah masalah yang harus diatasi. Polisi harus berani memutus rantai premanisme dari sumbernya, dan tidak hanya menangkap para pelaku di lapangan, karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah secara menyeluruh,” tegas Sahroni dalam pernyataannya pada Senin, 6 April 2026.
Sahroni juga menambahkan bahwa tindakan penegakan hukum terhadap pelaku yang terlibat di lapangan saja tidak akan menyelesaikan isu tersebut secara efektif.
“Jika yang ditindak hanya individu-individu di lapangan, akan selalu ada yang baru muncul dengan pola yang sama. Akar masalah ini harus ditangani, dan praktik pungutan liar yang merugikan masyarakat harus dihentikan secara total agar warga dapat merasa aman di lingkungan mereka,” ujar Sahroni, menekankan pentingnya pemberantasan jaringan premanisme.
Peristiwa tragis ini menyoroti betapa seriusnya masalah premanisme di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang mungkin tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari pihak berwenang. Dalam banyak kasus, aksi premanisme sering kali tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga mencakup jaringan yang lebih luas yang beroperasi dengan impunitas.
Penting untuk memahami bahwa premanisme tidak hanya berdampak pada korban secara langsung, tetapi juga menciptakan suasana ketakutan di kalangan masyarakat. Ketika warga merasa tidak aman, hal ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan merusak tatanan sosial.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas premanisme, namun hasilnya sering kali kurang memuaskan. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk menangani masalah ini, termasuk pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menolak praktik-praktik ilegal yang merugikan.
Dalam konteks ini, keterlibatan masyarakat juga sangat vital. Warga perlu diingatkan untuk melaporkan tindakan premanisme kepada pihak berwajib, serta tidak takut untuk bersuara ketika menyaksikan tindakan kriminal. Dukungan dari masyarakat akan sangat membantu polisi dalam melakukan penyelidikan dan penegakan hukum yang lebih efektif.
Sementara itu, pihak kepolisian juga harus lebih proaktif dalam melakukan patroli dan pengawasan di daerah-daerah yang rawan tindakan premanisme. Dengan meningkatkan kehadiran polisi di lapangan, diharapkan akan ada efek jera bagi para pelaku yang berusaha melakukan tindakan serupa.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu mengevaluasi kebijakan yang ada terkait penanganan premanisme. Membangun kerjasama antara berbagai instansi, baik di tingkat lokal maupun nasional, dapat menciptakan strategi yang lebih efektif dalam memberantas masalah ini.
Kejadian di Purwakarta ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah harus bersatu untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua warga.
Kita tidak bisa tinggal diam seiring maraknya tindakan premanisme. Kesadaran kolektif dan tindakan nyata diperlukan untuk menanggulangi masalah ini secara menyeluruh. Dengan langkah-langkah yang tepat, kita dapat berharap untuk melihat perubahan positif yang akan membawa kedamaian dan keamanan di lingkungan kita.

