Banjir yang melanda delapan rukun warga (RW) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu malam, 21 Maret 2026, turut merendam kawasan Terminal Kampung Rambutan. Momen tersebut terjadi di saat banyak pemudik memadati terminal, dan genangan banjir akibat meluapnya Kali Cipinang masih terlihat pada Minggu pagi, mengganggu arus mudik yang berlangsung.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengungkapkan bahwa banjir mulai menggenangi area terminal sekitar pukul 22.00 WIB. Air yang merendam terminal berasal dari luapan Kali Cipinang, yang disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas tinggi.
“Ketinggian air di terminal berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter akibat dari curah hujan yang signifikan dan meluapnya sungai,” jelas Revi Zulkarnain, sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah media.
Meskipun terminal mengalami genangan, Revi memastikan bahwa operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP) serta angkutan umum lainnya tetap berjalan tanpa ada gangguan berarti.
“Ada genangan, namun operasional bus tetap berlangsung normal. Sekarang, kondisi air sudah mulai surut,” tambah Revi, yang juga memastikan bahwa bus dan layanan Transjakarta tetap beroperasi tanpa kendala yang signifikan.
Revi juga menambahkan bahwa kondisi genangan air di terminal masih dianggap aman bagi kendaraan besar seperti bus yang beraktivitas di dalam terminal. “Bus tetap melayani penumpang tanpa adanya pembatalan perjalanan akibat genangan ini,” ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa petugas terminal terus memantau situasi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya genangan susulan, terutama jika hujan turun kembali dengan intensitas yang tinggi.
Seiring dengan mulai surutnya air, aktivitas penumpang di terminal pun kembali normal seperti biasa, meskipun pihak pengelola tetap mengingatkan pengguna jasa transportasi untuk waspada terhadap kondisi cuaca serta potensi genangan yang mungkin terjadi di beberapa titik, terutama di sepanjang aliran sungai.
Kejadian banjir ini sebelumnya telah dilaporkan, yang merendam sembilan rukun warga di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada malam hari pertama lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan Kali Cipinang meluap dan menggenangi lingkungan sekitar.
Akibat dari banjir ini, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan evakuasi terhadap warga yang rentan, termasuk balita dan ibu hamil, untuk memastikan keselamatan mereka di tengah kondisi yang tidak menguntungkan ini.

