berita

Senator AS Menyebut Trump Pembohong Terkait Serangan Sekolah Dasar di Iran

Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, pada hari Kamis menyampaikan tuduhan kepada Presiden Donald Trump mengenai kebohongan terkait laporan hasil penyelidikan militer AS. Penyelidikan tersebut mengungkapkan bahwa ada kemungkinan keterlibatan pasukan AS dalam serangan mematikan yang terjadi di sebuah sekolah di Iran pada akhir Februari lalu.

“Ketika ketegangan dengan Iran terus meningkat, Donald Trump kembali memperlihatkan kebiasaannya berbohong. Dia tidak jujur kepada publik Amerika,” ungkap Schumer saat berbicara di lantai Senat, sebagaimana dilaporkan beberapa media.

Pernyataan Schumer muncul sehari setelah Trump mengklaim kepada wartawan bahwa ia tidak menyadari adanya temuan terbaru yang diungkapkan dalam penyelidikan itu.

Dari hasil penyelidikan awal militer AS, ditemukan bahwa pasukan Amerika diduga bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada 28 Februari, yang menargetkan sebuah sekolah dasar di Iran. Laporan ini pertama kali disampaikan oleh salah satu media terkemuka, dengan mengutip pernyataan dari pejabat AS dan sumber-sumber lain yang memiliki pengetahuan tentang hasil penyelidikan.

Schumer juga mengacu pada sejumlah laporan yang menyatakan bahwa analisis awal intelijen menunjukkan kemungkinan keterlibatan operasi militer AS dalam serangan rudal yang ditujukan kepada sekolah dasar perempuan di Iran, yang mengakibatkan lebih dari 170 jiwa melayang.

“Ketika Donald Trump ditanya mengenai laporan-laporan tersebut, apa yang dia katakan? Dia menjawab, ‘Saya tidak tahu tentang hal itu’. Ini sangat tidak masuk akal dan jelas merupakan suatu kebohongan,” tegas Schumer.

Senator Demokrat asal New York itu menegaskan bahwa Trump ingin masyarakat Amerika percaya bahwa ia tidak memiliki informasi apapun terkait laporan intelijen mengenai serangan yang terjadi beberapa hari setelah peristiwa tersebut.

“Jadi, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, Donald Trump berbohong ketika mengatakan bahwa ia tidak mengetahui temuan intelijen tentang pemboman sekolah tersebut, meskipun ia menerima laporan seperti itu setiap hari. Atau, yang kedua, ia benar-benar tidak tahu, yang berarti situasi ini sangat berbahaya dan menunjukkan bahwa timnya tidak bekerja dengan baik,” kata Schumer.

Sebagai informasi tambahan, ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran, yang mengakibatkan lebih dari 1.300 orang tewas, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Related Articles

Back to top button
slot qris slot qris