Site icon Judal Jadul

Ramadan sebagai Waktu untuk Refleksi Politik, PSI Sebut Perlu Recharge Spiritual

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, bersama pengurus pusat partai melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Munawir yang terletak di Krapyak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Kaesang didampingi oleh Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, serta jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Yogyakarta. Mereka disambut dengan hangat oleh pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawir, KH Abdul Hamid Abdul Qadir Munawir, yang memberikan sambutan penuh makna.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana akrab, di mana sejumlah nasihat keagamaan dan doa dipanjatkan oleh para ulama untuk para pengurus partai. Momen ini menjadi kesempatan yang berharga untuk mendapatkan pencerahan spiritual di tengah kesibukan politik.

Ahmad Ali menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi yang sekaligus menjadi momentum bagi para kader PSI untuk memperkuat spiritualitas mereka selama bulan suci Ramadan. Ini adalah waktu yang tepat untuk menumbuhkan keimanan dan refleksi diri.

Selama bulan Ramadan, para kader partai diharapkan untuk sejenak menjauh dari hiruk-pikuk aktivitas politik dan fokus pada penguatan iman. Menurut Ahmad, ini adalah kesempatan untuk “mengisi ulang baterai” spiritual mereka.

“Dalam konteks ini, kami menghentikan semua kegiatan politik selama satu bulan penuh. Sebagai gantinya, kami lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat, melakukan ibadah, dan memperdalam hubungan spiritual,” ujar Ahmad Ali.

Ia menekankan bahwa para kader tidak seharusnya terjebak dalam rutinitas politik semata. Ada kalanya, para politisi perlu mengambil jeda dari dinamika politik untuk memperkuat spiritualitas mereka dan kembali lebih segar.

Melalui interaksi dengan para kiai dan tokoh agama di pondok pesantren, para kader PSI diharapkan dapat memperkuat hubungan dengan kalangan ulama serta menjalin ikatan silaturahmi yang lebih erat. Ini adalah langkah penting dalam membangun jaringan yang solid di dalam masyarakat.

“Insya Allah, dari pertemuan-pertemuan ini, kami dapat memperkuat spiritualitas yang akan mendukung kinerja politik kami ke depan, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi bangsa dan negara,” tutup Ahmad Ali.

Exit mobile version