Jakarta – Kemajuan dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor, termasuk dalam dunia aset kripto. Salah satu aplikasi yang semakin populer adalah pemanfaatan AI untuk memprediksi pergerakan harga aset digital yang sangat dinamis ini.
Meskipun menawarkan sejumlah keuntungan, para profesional di industri mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam meramalkan harga juga memiliki keterbatasan dan risiko yang harus dipahami oleh para investor.
Resna Raniadi, Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia, menyatakan bahwa AI dapat berfungsi sebagai alat bantu yang efektif dalam analisis pasar kripto. Namun, penting untuk diingat bahwa pemahaman mendasar tentang pasar dan keputusan investasi yang bijaksana tetap tidak tergantikan.
“AI memiliki kemampuan untuk memproses data dalam volume besar dengan cepat, sehingga dapat membantu investor dalam mengidentifikasi pola atau tren pasar yang mungkin sulit ditangkap secara manual,” ungkap Resna dalam sebuah pernyataan pada Senin, 16 Maret 2026.
Namun, ia juga menekankan bahwa teknologi ini tidak lepas dari batasan serta tidak dapat memberikan jaminan akurasi dalam prediksi harga.
Dalam beberapa tahun terakhir, Resna menjelaskan bahwa penggunaan AI untuk menganalisis berbagai indikator pasar semakin meningkat. Analisis tersebut mencakup data historis harga, volume transaksi, sentimen di media sosial, dan berbagai berita global yang dapat memengaruhi pasar.
Dengan kemampuan untuk memproses data secara real-time, teknologi AI memiliki potensi untuk membantu investor dalam memahami dinamika pasar dengan lebih cepat dan efektif. Beberapa platform telah mengembangkan model AI yang mampu memberikan analisis tren atau rekomendasi berbasis data yang relevan.
Selain itu, teknologi ini juga dapat mendorong para investor untuk lebih memahami data serta faktor-faktor yang berperan dalam pergerakan harga aset digital.
“Meski demikian, Upbit Indonesia menegaskan bahwa prediksi harga menggunakan AI tidak boleh dijadikan sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi,” tegas Resna.
Pasar kripto dikenal memiliki tingkat volatilitas yang sangat tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti kebijakan regulasi, kondisi ekonomi global, serta perubahan cepat dalam sentimen pasar. Selain itu, terlalu bergantung pada analisis otomatis tanpa memahami cara kerja teknologi tersebut juga dapat menimbulkan risiko bagi para investor.

