Site icon Judal Jadul

Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Kebijakan Energi dan Ekonomi Sebelum Kunker ke Jepang

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memulai langkah strategis baru dalam kebijakan nasional untuk menghadapi tantangan global yang semakin rumit. Pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, ia memimpin rapat terbatas secara virtual, dengan penekanan khusus pada sektor kebijakan energi dan ekonomi sebagai prioritas utama pemerintah ke depan.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih dan berlangsung dari siang hingga sore. Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk menyelaraskan langkah-langkah kebijakan nasional agar tetap responsif terhadap perkembangan situasi terkini yang terus berubah.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden secara langsung memimpin diskusi mengenai arah kebijakan yang akan diambil, terutama dalam menghadapi tantangan di sektor ekonomi dan energi.

Ia menambahkan bahwa rapat ini juga berfungsi sebagai forum koordinasi antar kementerian, guna memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap terintegrasi, terarah, dan responsif terhadap dinamika global yang berkembang dengan cepat.

“Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk menentukan penyesuaian serta menetapkan beberapa kebijakan di bidang ekonomi dan energi,” kata Teddy dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu, 29 Maret 2026.

Beberapa menteri yang hadir dalam rapat itu antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Selain mereka, juga hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PAN-RB Rini Widiyanti, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Teddy menegaskan bahwa rapat ini mencerminkan upaya pemerintah untuk bekerja lebih lincah (agile) dengan memanfaatkan teknologi dalam mempercepat koordinasi, tanpa mengorbankan kualitas pengambilan keputusan strategis.

Setelah menyelesaikan rapat dengan para menteri terkait, Prabowo berangkat menuju Jepang untuk melakukan kunjungan kerja resmi pada Minggu, 29 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan bilateral serta meningkatkan kerjasama strategis antara Indonesia dan Jepang.

Prabowo beserta rombongan tiba di Bandara Haneda, Tokyo, Jepang pada Minggu pukul 19.10 waktu setempat. Diketahui bahwa rombongan Presiden lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.35 WIB.

Exit mobile version