Politikus Malaysia dan mantan menteri pemuda serta olahraga, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, baru-baru ini mengimbau pemerintah Malaysia untuk mencari dukungan dari negara-negara ASEAN dalam mengambil tindakan tegas terhadap Indonesia. Seruan ini muncul dalam konteks krisis kabut asap lintas batas yang terus terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang, yang dampaknya telah menyebar ke negara-negara tetangga.
Dalam sesi Dewan Rakyat, Syed Saddiq mengusulkan agar negara-negara ASEAN bersatu untuk menyampaikan protes kepada Indonesia. Dia juga menekankan perlunya Malaysia dan Singapura menghentikan dukungan finansial terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pembakaran lahan, serta mengajak masyarakat untuk memberikan tekanan dengan tidak membeli produk dari perusahaan-perusahaan tersebut.
“Penting untuk memperlakukan mereka sebagai pihak yang terasing di kawasan ini,” ujar Syed Saddiq saat membahas Anggaran 2027 di Dewan Rakyat, sebagaimana dilansir dari NST Online.
Dia menjelaskan bahwa protes diplomatik seharusnya dilakukan secara kolektif oleh seluruh negara ASEAN, bukan hanya Malaysia. Menurutnya, tekanan dari berbagai negara di kawasan akan memberikan dampak yang lebih signifikan.
Syed Saddiq juga menyerukan agar Malaysia dan Singapura memanfaatkan pengaruh mereka dalam sektor keuangan untuk menghentikan aliran dana kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik pembakaran lahan di Indonesia.
“Hentikan akses mereka. Tekan keuangan mereka,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut seharusnya tidak lagi mendapatkan akses pendanaan dari lembaga keuangan di kedua negara. Syed Saddiq juga mengusulkan agar masyarakat Malaysia turut dilibatkan dalam memberikan tekanan ekonomi. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab dalam menangani masalah kabut asap ini.
“Kita perlu menggerakkan masyarakat Malaysia untuk memberikan tekanan finansial. Kita memiliki kekuatan dan daya beli yang bisa membuat perusahaan-perusahaan Indonesia memperhatikan masalah ini. Dengan cara ini, kita bisa menyerang titik terlemah mereka,” ungkap mantan menteri pemuda tersebut.
Syed Saddiq menambahkan, Malaysia juga harus bertindak terhadap perusahaan-perusahaan domestik jika terbukti terlibat dalam aktivitas yang berkontribusi terhadap masalah kabut asap.

