Sejumlah peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) memberikan sambutan positif terhadap kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam acara tersebut.
Salah satu peserta, Nabila, menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah kepada NU serta program-program prioritas yang diusung oleh Presiden merupakan langkah krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berpendapat bahwa berbagai kebijakan pemerintah harus berorientasi pada peningkatan taraf hidup rakyat.
“Seperti yang disampaikan oleh Pak Presiden, janji mengenai IFP (Interactive Flat Panel/Papan Interaktif Digital) adalah sebuah hal yang menggembirakan. Namun, yang terpenting adalah kesejahteraan masyarakat,” ungkap Nabila setelah mengikuti acara pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, yang berlangsung pada 28 Agustus 2026.
Nabila juga mengaku baru mengetahui bahwa becak yang berada di depan rumahnya adalah bantuan dari Presiden. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas sehari-hari.
“Tadi kami baru tahu, ternyata becak yang ada di depan rumah kami itu berasal dari Presiden dan itu sangat membantu untuk mobilitas sehari-hari. Terima kasih, Pak Presiden,” tuturnya.
Peserta Muktamar lainnya, Robiyah, berharap agar hubungan antara NU dan pemerintah dapat terus diperkuat melalui kolaborasi yang konstruktif. Ia menilai bahwa kerja sama ini sangat penting untuk membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik, baik dari segi kebangsaan maupun keagamaan.
“NU dan pemerintah harus bersinergi untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih baik dalam beragama,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta Muktamar, Yusuf, menyatakan kepuasannya terhadap jalannya kegiatan Muktamar serta kehadiran Presiden Prabowo. Ia menilai kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan yang memadai.
“Alhamdulillah, sangat memuaskan, semua berjalan lancar dan didukung dengan baik,” tambah Yusuf.

