Senyum Petani Jagung: Akses Modal yang Memudahkan Menuju Swasembada Pangan

Menyadari bahwa keterbatasan modal sering kali menjadi penghalang bagi petani dalam mengembangkan usaha mereka, pihak kepolisian telah mengambil langkah strategis untuk mempermudah akses keuangan bagi para petani.
Dalam sebuah acara penanaman serentak yang berlangsung di Bekasi, dilakukan penyerahan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI kepada kelompok tani yang telah dibina.
Dukungan finansial ini memungkinkan para petani untuk mengimplementasikan teknologi pertanian yang lebih inovatif, memperoleh bibit berkualitas, dan menjaga keberlangsungan operasional lahan pertanian. Penguatan modal di tingkat petani dianggap sebagai pendorong utama untuk meningkatkan produktivitas hasil panen secara merata di seluruh daerah.
Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha kepolisian untuk menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri. Selain memberikan pendampingan teknis dan menjaga aspek keamanan, perhatian terhadap kondisi ekonomi petani juga menjadi fokus agar mereka memiliki daya saing yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pasar pangan.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Dedi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk menyediakan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelompok tani.
Dengan cara ini, diharapkan dapat memutus mata rantai tengkulak dan langsung memberikan modal kepada petani.
Kolaborasi antarlembaga ini menunjukkan komitmen kepolisian sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan pembangunan nasional berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan adanya permodalan yang kuat melalui KUR, petani kini memiliki pondasi finansial yang solid untuk terus berkontribusi dalam menjaga kedaulatan pangan di tingkat nasional,” tegasnya.



