Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang sangat tajam terhadap beberapa negara sekutu dan sejumlah negara Islam di panggung internasional. Dalam pidatonya di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ia menyoroti ketidakpuasan terhadap Inggris dan Prancis yang mengecam pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat.
Netanyahu menekankan kritiknya dengan merujuk pada sejarah kolonial kedua negara tersebut, yang dianggapnya relevan dengan tuduhan yang ditujukan kepada Israel.
“Dari mana tuduhan kolonialisme ini berasal? Mereka yang menyebut kami kolonialis adalah Inggris dan Prancis. Mereka adalah pencipta istilah itu,” ungkap Netanyahu di hadapan para delegasi di PBB, seperti yang dilaporkan oleh Le Monde.
Dalam pidatonya, Netanyahu juga tidak segan-segan menuduh Turki sebagai pendukung kelompok Hamas, yang dikenal memiliki hubungan erat dengan Iran. Dalam konteks ini, ia menyebut Recep Tayyip Erdogan sebagai seorang tiran.
Ketika membahas Iran, Netanyahu menggunakan bahasa yang sangat tegas. Ia menyebut negara tersebut sebagai sebuah kediktatoran yang berbahaya dan mematikan.
Netanyahu mengklaim bahwa upaya militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat dalam menanggapi agresi Iran selama hampir tujuh bulan terakhir telah berhasil menghalangi Teheran dalam pengembangan senjata nuklir.
“Saya berkomitmen untuk mencegah kediktatoran pembunuh Iran dari mengembangkan bom atom yang ditujukan untuk menghancurkan Israel, serta mengancam keselamatan dunia,” tegasnya.
Ia juga memprediksi bahwa masa kepemimpinan Iran tidak akan bertahan lama. Dalam pidatonya, utusan Iran untuk PBB bahkan terlihat menampilkan foto mendiang komandan Pasukan Quds, Qasem Soleimani, di meja kosong mereka.
Meskipun menghadapi serangan militer, pemerintah Iran masih mampu mempertahankan kekuasaannya dan terus menantang Amerika Serikat dengan menghambat lalu lintas di Selat Hormuz.
Menariknya, saat Netanyahu menyampaikan pidato ini, sejumlah delegasi dari berbagai negara terlihat meninggalkan ruang sidang. Beberapa di antara mereka bahkan melontarkan ejekan, menciptakan suasana yang cukup gaduh sehingga pimpinan sidang harus meminta peserta untuk menjaga ketertiban.

