Site icon Judal Jadul

Nathan Tjoe-A-On Ungkap Pendapat tentang Paspoortgate dan Menyindir NAC Breda

Pemain Timnas Indonesia Nathan Tjoe-A-On akhirnya memberikan pandangannya mengenai isu yang dikenal sebagai “paspoortgate” di Liga Belanda. Isu ini sempat mengakibatkan dirinya terpaksa menjauh dari kegiatan bersama klubnya, Willem II.

Nathan mengungkapkan bahwa situasi yang dihadapinya terasa cukup aneh, terutama karena kejadian tersebut berlangsung pada saat jeda internasional ketika ia berada di Tanah Air, Indonesia.

“Saya merasa situasi ini terlihat sangat dibesar-besarkan di Belanda jika dibandingkan dengan apa yang saya alami secara langsung,” ungkap Nathan saat diwawancarai oleh media Belanda.

Peristiwa ini berawal dari laporan yang dibuat oleh NAC Breda, yang mempertanyakan status izin bermain Dean James setelah ia menjadi Warga Negara Indonesia pada Maret 2025. Akibatnya, sejumlah pemain dengan darah Indonesia yang berada di Belanda, termasuk Nathan, harus menunggu sementara hingga ada kejelasan hukum yang memadai.

Selama proses tersebut, Nathan bahkan tidak diizinkan untuk menggunakan fasilitas latihan klub. Ia mengungkapkan bahwa keadaan ini memaksanya untuk berlatih secara mandiri sembari menunggu penyelesaian kasus yang dihadapinya. Meskipun dalam situasi sulit, ia menegaskan bahwa ia tidak merasa khawatir, karena percaya bahwa masalah ini akan segera teratasi.

Setelah kasus dinyatakan selesai, Nathan kembali bermain dan tampil saat Willem II meraih kemenangan atas Almere City di divisi kedua Liga Belanda. Ia merasa lega bisa bermain penuh selama 90 menit di pertandingan tersebut.

Nathan juga mencatat bahwa tindakan NAC Breda dapat dimengerti, mengingat posisi klub tersebut yang sedang berjuang untuk menghindari degradasi. Namun, ia merasa situasi ini telah berkembang menjadi lebih besar dari yang diperkirakan oleh banyak pihak.

“Saya bisa memahami, dalam batas tertentu, bahwa klub seperti NAC, yang terjebak di zona degradasi, akan melakukan segala cara untuk mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Menurut Nathan, pengalaman menghadapi polemik ini tidaklah mudah, karena penuh dengan ketidakpastian. Ia harus terus mengikuti perkembangan informasi sambil tetap menjaga kebugaran fisiknya secara mandiri.

Meskipun mengalami dampak dari situasi ini, Nathan menekankan bahwa ia tidak menyimpan rasa dendam terhadap siapapun. Ia justru memandang peristiwa ini sebagai bagian dari dinamika dalam dunia sepak bola profesional yang harus dihadapi oleh setiap pemain.

Exit mobile version