Jumlah bintang yang tersemat di jersey Persib Bandung saat ini telah mencapai empat setelah klub tersebut berhasil meraih gelar juara Liga 1 pada musim 2024/2025.
Di sisi lain, Persija Jakarta yang memiliki koleksi 11 gelar juara liga, masih mempertahankan satu bintang di jersey mereka.
Pertanyaannya adalah, apa yang mendasari perbedaan jumlah bintang ini?
Mengacu pada berbagai sumber, penentuan jumlah bintang di jersey klub-klub Indonesia tidak ditentukan oleh aturan resmi dari kompetisi domestik.
Persib menambahkan bintang baru setelah meraih juara Liga 1 di musim 2023/2024 dan kembali mengulangi prestasi yang sama pada musim berikutnya. Umumnya, banyak klub di Indonesia menambahkan satu bintang untuk setiap gelar juara liga yang berhasil mereka raih.
Namun, Persija mengambil pendekatan yang berbeda. Klub yang dijuluki Macan Kemayoran ini tetap menggunakan satu bintang pada jersey mereka meskipun telah mengantongi dua gelar juara pada era Liga Indonesia, yaitu pada tahun 2001 dan 2018 di saat kompetisi tersebut bernama Liga 1.
Dari segi sejarah, Persija sebenarnya telah meraih total 11 gelar juara, termasuk sembilan di era Perserikatan. Namun, jumlah gelar ini tidak secara langsung diterjemahkan menjadi jumlah bintang yang ada di jersey mereka.
Keputusan Persija untuk tetap menggunakan satu bintang didasarkan pada acuan yang mereka gunakan, yaitu sistem yang diterapkan di Liga Serie A Italia. Dalam sistem tersebut, satu bintang diberikan kepada klub yang telah meraih sepuluh gelar liga.
Sebagai contoh, Juventus memiliki tiga bintang di jersey mereka karena telah mengumpulkan lebih dari 30 gelar juara liga. Sementara itu, AC Milan baru memiliki satu bintang karena belum mencapai 20 gelar juara.
Sistem yang sama juga diterapkan di beberapa negara Eropa lainnya, walaupun dengan variasi jumlah gelar yang diperlukan untuk mendapatkan setiap bintang. Di Skotlandia, satu bintang melambangkan 10 gelar juara, sedangkan di Turki, satu bintang diberikan untuk setiap lima gelar yang diraih.
Di Indonesia, tidak ada regulasi resmi yang mengatur penggunaan bintang di jersey klub oleh operator liga. Oleh karena itu, setiap klub memiliki kebebasan untuk menetapkan jumlah dan makna dari bintang yang mereka gunakan sesuai dengan kebijakan masing-masing.

