Insiden yang melibatkan KM Sabuk Nusantara 106 terjadi ketika kapal tersebut menabrak area permukiman warga di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah. Menurut pihak kepolisian, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh masalah yang terjadi pada mesin kapal.
Kapolsek Banda, Iptu A. Rahayamtel, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berlangsung pada saat kapal bersiap untuk bersandar di Pelabuhan Banda Neira sekitar pukul 09.45 WIT.
Ia menambahkan bahwa kecelakaan ini diakibatkan oleh kelalaian dari pihak kapal, namun beruntung tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau cedera akibat insiden ini. Kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp60 juta.
Rahayamtel merincikan bahwa insiden berawal ketika kapal yang baru datang dari Pelabuhan Amahai bersiap untuk berlabuh di dermaga.
Sekitar 500 meter dari pelabuhan, nakhoda mengambil keputusan untuk mematikan mesin. Namun, kapal tetap melaju, sehingga perlu dilakukan manuver untuk bisa bersandar dengan aman.
Selama proses tersebut, kapal masih melanjutkan lajunya karena mesin kanan mengalami kendala pada pengendalian “throttle”.
“Saat kejadian, kapal beroperasi dengan dua mesin, yaitu mesin kiri dan kanan. Namun, mesin kanan mengalami ‘error’ pada ‘handle throttle’, sehingga kapal tetap bergerak maju meskipun telah dioperasikan untuk mundur,” jelasnya.
Usaha untuk memperlambat laju kapal dengan menjatuhkan jangkar ternyata tidak berhasil, sehingga kapal akhirnya menabrak rumah warga yang berada di dekat pelabuhan.
Akibat dari kecelakaan ini, satu unit rumah warga mengalami kerusakan, dengan total kerugian diperkirakan sekitar Rp10 juta.
Di samping itu, Rahayamtel juga melaporkan bahwa satu unit perahu panjang dan mesin ketinting milik warga mengalami kerusakan, dengan kerugian sekitar Rp50 juta.
Meskipun insiden tersebut mengakibatkan kerusakan harta benda, tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan.

