Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas kepemimpinan yang akan diemban jika dipercaya menjadi Kapolri. Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap dirinya seharusnya didasarkan pada hasil kerja yang nyata, bukan hanya sekadar janji-janji.
“Jika saya diberikan amanah, saya berkomitmen untuk dinilai berdasarkan hasil, bukan dari sekadar omongan,” ungkap Suyudi saat menjalani uji kelayakan di hadapan Komisi III DPR RI pada Kamis, 1 September 2026.
Suyudi juga menekankan bahwa ia siap untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusi yang berlaku di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa ia akan mengikuti mekanisme pengawasan yang diberikan oleh DPR, menghormati proses hukum yang ada, serta bekerja sama dengan lembaga pengawas untuk memastikan transparansi.
Lebih lanjut, Suyudi menyatakan komitmennya untuk membuka peluang bagi masyarakat dalam memberikan masukan dan kritik terhadap kinerja kepolisian.
“Komitmen saya adalah mempertanggungjawabkan kepemimpinan sesuai konstitusi, mengikuti pola pengawasan DPR, menghormati proses hukum, bekerja sama dengan lembaga pengawas, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan koreksi,” tegasnya.
Suyudi menggarisbawahi bahwa jabatan Kapolri bukanlah puncak dari karir seorang polisi, melainkan merupakan puncak dari tanggung jawab yang harus diemban.
“Bagi saya, jabatan Kapolri bukan sekadar puncak karir. Jabatan tersebut adalah puncak tanggung jawab,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga mengemukakan pandangannya mengenai kekuatan dan kewibawaan Polri. Menurutnya, sebuah institusi kepolisian yang kuat seharusnya tidak dibangun berdasarkan rasa takut, tetapi melalui kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat.
“Polri yang kuat adalah institusi yang dicintai dan dipercaya, bukan yang ditakuti,” katanya.
Suyudi menilai bahwa kewibawaan Polri seharusnya tidak dibangun dengan cara menjauhkan diri dari masyarakat. Sebaliknya, kehadiran polisi di tengah masyarakat sangat penting, terutama pada saat-saat krisis.
“Polri yang berwibawa bukanlah yang menjaga jarak, melainkan yang hadir bersama masyarakat ketika negara membutuhkan,” jelas Suyudi.
Dalam penutup paparannya, Suyudi menekankan pentingnya makna pengabdian sebagai seorang anggota kepolisian.
“Menjadi polisi bagi saya adalah sebuah kehormatan, memimpin Polri adalah amanah, dan berkontribusi bersama masyarakat adalah tujuan utama saya,” tutupnya.

