Site icon Judal Jadul

Ketinggalan Rakaat Salat Idul Fitri? Simak Penjelasan Buya Yahya yang Jelas dan Ringkas

Salat Idul Fitri merupakan salah satu ibadah yang sangat diharapkan oleh umat Islam setelah menjalani puasa di bulan Ramadhan. Namun, sering kali terdapat jamaah yang terlambat datang ke lokasi salat, sehingga mereka kehilangan satu rakaat atau bahkan lebih dari salat berjamaah tersebut. Pertanyaannya, bagaimana seharusnya kita menyikapi situasi ini agar salat tetap sah dan diterima?

Dalam penjelasannya, Buya Yahya memberikan panduan yang jelas dan mudah dipahami mengenai kondisi ini. Ia menekankan bahwa salat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat. Oleh karena itu, jika seseorang tertinggal, cara untuk melengkapinya sangatlah sederhana.

“Salat Idul Fitri dan Idul Adha itu hanya dua rakaat. Berapa rakaat salat subuh? Dua juga. Berapa rakaat salat zuhur? Empat. Jika Anda melaksanakan salat zuhur dan baru melakukan tiga rakaat saat imam menambah satu rakaat lagi, maka dalam salat hari raya Idul Fitri yang seharusnya dua rakaat, jika Anda hanya bisa mengikuti satu, Anda tinggal menambah satu rakaat setelah imam selesai salam,” jelasnya dalam sebuah sesi di kanal YouTube pada Jumat, 20 Maret 2026.

Dengan kata lain, jika seseorang berhasil mengikuti satu rakaat bersama imam, maka ia hanya perlu menambahkan satu rakaat lagi setelah imam melakukan salam. Tidak perlu merasa bingung atau panik, karena prinsip ini serupa dengan pelaksanaan salat wajib lainnya.

Salah satu hal yang sering membingungkan adalah mengenai takbir tambahan dalam salat Idul Fitri. Dalam salat Id, umumnya terdapat tujuh kali takbir di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua. Namun, bagaimana jika seseorang datang terlambat dan melewatkan takbir tersebut?

Buya Yahya menegaskan bahwa takbir tambahan dalam salat Idul Fitri bersifat sunnah, bukan kewajiban. Oleh karena itu, jika Anda tertinggal, tidak perlu merasa terbebani untuk menggantinya.

“Bahkan jika Anda tidak menghitung jumlah takbir pun tidak masalah, seperti saat melakukan salat qabliyah subuh. Namun, keutamaan sunnah adalah membaca takbir itu berulang sampai tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa satu-satunya takbir yang wajib adalah takbiratul ihram, yaitu takbir pertama saat memulai salat. Takbir-takbir lainnya sifatnya sunnah dan tidak mempengaruhi keabsahan salat jika terlewatkan.

“Takbir yang wajib hanya sekali, yaitu Allahu Akbar. Sedangkan takbir tambahan adalah sunnah. Oleh karena itu, jika Anda ketinggalan dari imam, Anda tidak perlu menambahkan takbir lagi,” tambahnya.

Exit mobile version