Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengonfirmasi bahwa pelampung yang ditemukan selama operasi pencarian pada hari ketiga, tepatnya pada 10 September 2026, tidak berasal dari kapal tim jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
“Iya, pelampung yang diperiksa tidak memiliki keterkaitan dengan Kapal Arupadhatu 1 yang hingga kini masih dalam pencarian. Peralatan keselamatan berupa life jacket berwarna oranye dan pelampung berwarna putih bukanlah milik kapal Arupadhatu,” ungkap Irjen Hengki, merujuk pada laporan yang disampaikan oleh media.
Pernyataan ini juga diperkuat oleh keterangan dari Sandi, pemilik kapal Arupadhatu 1, yang telah memberikan informasi kepada pihak kepolisian terkait temuan pelampung tersebut.
Sandi, yang ditemui di lokasi pencarian, menegaskan bahwa pelampung yang ditemukan oleh KAL Anyer I-3-64 dalam operasi pencarian bukanlah peralatan keselamatan milik kapal yang disewakan untuk tim jurnalis yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Saya baru saja memberikan keterangan kepada pihak berwenang, baik dari Polairud. Saya pastikan pelampung tersebut bukan milik saya,” tambahnya.
Sandi juga menyatakan bahwa kapalnya dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai, termasuk beragam warna life jacket yang disiapkan sebelum keberangkatan.
“Saya tidak dapat memastikan warna life jacket yang spesifik, karena masing-masing kapal memiliki variasi warna seperti biru dan merah. Namun, setidaknya ada 10 life jacket yang kami sediakan, karena peralatan tersebut digunakan untuk kegiatan snorkeling oleh para tamu,” jelasnya.
Di sisi lain, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah menerjunkan 13 kapal untuk melanjutkan pencarian jurnalis yang hilang pada hari keempat, dengan fokus di empat sektor pencarian.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa ke-13 kapal yang dikerahkan untuk operasi tersebut meliputi KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, serta KRI Lepu.
“Pada hari ini, kami mengoptimalkan 13 kapal yang tersebar di empat sektor pencarian,” tuturnya.

